Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak perempuan bawah umur melarikan diri dari kafe Sky Garden, yang terletak di tengah hutan bagian selatan kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT pada Selasa (16/7) lalu.
Gadis kecil berinisial St yang baru berusia 13 tahun ini menyelamatkan diri dengan menumpang mobil travel hingga ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Ia tak membawa apa-apa, selain pakaian yang dikenakan di badan. Tak punya uang untuk membayar travel, membuat sopir curiga dan mencaritahu asal-usul anak itu. Kepada sopir, anak itu mengaku kabur dari kafe di Ruteng. Ia pun diantar oleh sopir travel menuju kantor Polres Manggarai Barat.
Kepada petugas Polres Manggarai Barat, St menuturkan bahwa dirinya kabur dari kafe. Ia juga mengaku tak sendirian. Ia bersama seorang rekannya berusaha kabur dari kafe.
Namun rekannya yang berinisial Sf (16) itu gagal karena segera ditangkap oleh penjaga kafe saat bersembunyi di semak-semak sekitar kafe.
Baca juga : Caleg PAN Beli Suara, Bawaslu Manggarai Tutup Mulut
Informasi tersebut segera disampaikan pihak Polres Manggarai Barat kepada Polres Manggarai. Pada Selasa malam, petugas Polres Manggarai langsung mendatangi kafe tersebut. Selain mengamankan korban Sf, polisi juga mengamankan pemilik atau mami kafe berinisial YG.
"Polres di Labuanbajo (Manggarai Barat) telepon ke saya. Baru saya perintahkan anggota untuk telusuri ke sana. Cari yang satu lagi korbannya. Buser sama piket dapat itu korban satunya lagi di situ, di kafe Sky Garden. Malam itu kita amankan juga maminya," jelas Kasat Reskrim Polres Manggarai Wira Satria Yudha, Jumat (19/7).
Pengakuan kedua korban di hadapan polisi, mereka direkrut langsung oleh YG di Jakarta. Keduanya diiming-imingi pekerjaan sebagai pelayan restoran milik YG.
Namun setiba di Ruteng, keduanya kaget karena langsung ditempatkan di kafe yang berada di tengah hutan. Selama kurang lebih dua Minggu, keduanya bekerja melayani pria-pria dewasa yang mengunjungi kafe tersebut.
Meski sempat diamankan dan diinterogasi, namun YG masih berstatus terperiksa. Ia belum ditetapkan sebagai tersangka sehingga tidak ditahan.
Polres Manggarai masih harus berkoordinasi dengan Polres di daerah asal korban karena lokus dan tempus dugaan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) tersebut berlangsung di sana.
"Kita juga masih koordinasi dengan Polres di mana mereka direkrut. Apakah mereka di sana yang tangani, atau mereka limpahkan ke kita," ujar Satria.
Terpisah, pemilik kafe Sky Garden, Yeni Gadul membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus tersebut. Ia bahkan mengaku tak mengenal kedua korban, apalagi mempekerjakannya sebagai ladies kafe.
"Saya tidak kenal. Saya tidak tahu," ujar Yeni saat ditemui di rumah makan Sky Garden. Rumah makan dengan nama persis nama kafe itu diakuinya sebagai rumah makan milik Yeni. Namun letaknya betbeda.
Baca juga : St. Paulus Ruteng Diharapkan Jadi Kampus Berkualitas
Jika kafe Sky Garden terletak jauh di luar kota, rumah makan tersebut letaknya tak jauh dari kantor DPRD Manggarai.
Yeni mengaku selain merekrut pekerja untuk dijadikan pelayan kafe, ia juga merekrut pekerja untuk menjadi pelayan rumah makan. Namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merekrut anak di bawah umur.
Ia juga memastikan, setiap pekerja yang ia rekrut memiliki dokumen kependudukan yang jelas dan dilaporkan kepada pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Karena itu, Yeni menduga dirinya dibawa ke dalam pusaran kasus tersebut sebagai permainan sesama pengusaha kafe.
"Ini permainan kami saja. Maksudnya permainan kami sesama punya kafe," kata Yeni. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved