Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengintensifkan patroli terpadu untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan, mengatakan pihaknya menggencarkan patroli mengingat sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki kemarau.
"Patroli terpadu dilaksanakan di provinsi-provinsi rawan karhutla, antara lain di sejumlah kabupaten di Sumatra dan Kalimantan," ujar Raffles, kemarin.
Berdasarkan data satelit NOAA (per 13 Juli), jumlah terpantau sebanyak 32 titik panas tersebar di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.
Secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 13 Juli 2019, tercatat ada 646 titik panas di berbagai daerah. Berdasarkan luasannya, karhutla sepanjang tahun ini (data Januari-Mei 2019) tercatat 42.740 hektare.
Raffles juga menyampaikan, hingga kini sudah lima provinsi yang telah menetapkan status kedaruratan bencana karhutla. Penetapan dilakukan pemerintah daerah agar antisipasi dilakukan sejak dini. Lima provinsi itu ialah Riau, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Meluas
Karhutla yang terus meluas di sejumlah titik di Kabupaten Flores Timur, NTT, menyisakan kekecewaan warga terkait lambannya sikap pemerintah daerah. Tak hanya itu, kebakaran juga menyebabkan ribuan tanaman mente serta tanaman perkebunan lainnya seperti jati dan mahoni juga ikut hangus.
Sejumlah titik panas juga mulai bermunculan di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias Lamahelu, menjelaskan dua titik panas terdapat di Kecamatan Haharu. Namun, dia belum memastikan titik panas itu apakah berada di area taman nasional atau di ladang masyarakat.
Puluhan desa di 17 kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, juga dipetakan rawan karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Daerah paling rawan kebakaran hutan di Kecamatan Bantarujeg dan Kecamatan Majalengka," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Permana. (Dhk/UL/PO/RF/FB/X-11)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved