Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menteri Agama Resmikan Rumah Ibadah Konghuchu

Dwi Apriani
11/7/2019 15:25
Menteri Agama Resmikan Rumah Ibadah Konghuchu
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meresmikan berdirinya rumah ibadah umat Konghuchu, Kamis (11/7) di Jakabaring Sport City, Palembang.(MI/Dwi Apriani)


SEBAGAI upaya menjaga kebersamaan dalam keberagaman di Indonesia, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meresmikan berdirinya rumah ibadah umat Konghuchu, Kamis (11/7) di Kawasan Rumah Ibadah Jakabaring Sport City Palembang. Diketahui, di JSC sendiri telah berdiri lima rumah ibadah secara berdampingan di kawasan olah raga tersebut.

Dan kini telah resmi berdiri 6 rumah ibadah dikawasan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan telah diakuinya keberadaan agama konghuchu di Indonesia dan telah dibentuknya kepengurusan umat agama konghuchu di tingkat pusat yang dikenal dengan nama Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (MATAKIN) dan di tingkat daerah Majelis Agama Konghuchu Indonesia (MAKIN) di Kota Palembang.

''Sebuah bangunan dapat berdiri kokoh jika semua unsur yang berbeda bersatu padu, ibarat ada semen, batu, pasir, besi dan air yang bersatu menjadi bangunan yang kokoh. Seperti itulah setiap agama ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu semua berkomitmen untuk menjaga kekokohan persatuan bangsa ini,'' kata Lukman.

Ia mengajak seluruh elemen tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk saling menjaga persatuan ditengah perbedaan. Lukman berpesan kepada semua masyarakat untuk memanfaatkan rumah ibadah tidak hanya sekedar tempat fungsi ibadah spiritual melainkan juga tempat untuk fungsi bakti sosial kemasyarakatan.

''Kita bersyukur peresmian rumah ibadah umat konghuchu dikawasan jakabaring ini telah kita lakukan. Kita juga berterimakasih kepada pemerintah daerah setempat yang telah membantu memfasilitasi lahan sehingga telah berdiri rumah ibadah ini,'' ujar dia.

Ia juga mengatakan jumlah dari bangunan rumah ibadah ini akan disesuaikan jumlahnya sesuai dengan jumlah pemeluknya di daerah setempat. Peresmian rumah ibadah ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penanaman pohon.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, berpesan kepada semua masyarakat sumsel untuk tetap terus mempertahankan kerukunan umat beragama sebagaimana Sumsel dikenal dengan wilayah yang zero konflik. ''Semoga dengan adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perbedaan ini semakin memperkokoh kerukunan di Sumsel,'' tandasnya. (DW/OL-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya