Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ribuan Kursi SMA/SMK di Jateng Kosong

Akhmad Safuan
09/7/2019 23:40
Ribuan Kursi SMA/SMK di Jateng Kosong
Siswa dan wali murid berkonsultasi dengan petugas pusat layanan informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudh)

SEJUMLAH sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di pinggiran empat daerah di Jawa Tengah (Jateng) sepi peminat pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) kali ini sehingga masih terdapat ribuan kursi kosong. Sekolah-sekolah itu berada di pinggiran Kabupaten Kendal, Purbalingga, Winogiri, dan Purworejo.

Kondisi tersebut ironis karena pada pengumuman hasil PPDB SMA dan SMK negeri se-Jateng, ribuan calon siswa terdepak hingga mereka harus mencari sekolah swasta yang ada di sekitar tempat tinggal masing-masing. Namun di sisi lain, terdapat puluhan sekolah kekurangan siswa.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kursi kosong di SMA negeri mencapai 4.527, adapun di SMK negeri tercatat 3.369 kursi. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu di SMA terdapat 7.078 kursi kosong dan SMK ada 5.194 kursi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri mengatakan, jumlah pendaftar di SMA negeri di provinsi itu sebanyak 123.645 orang dan diterima 111.237 orang dari kuota 115.764 kursi yang tersedia. Adapun untuk SMK negeri, dari 121.966 orang pendaftar yang diterima hanya 96.889 orang dari total kuota 100.258 kursi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan masih membahas tentang sekolah negeri yang kekurangan siswa tersebut. Menurutnya, untuk mengisi kekosongan itu, yang memungkinkan ialah menggeser siswa yang tidak lolos di kawasan tengah ke sekolah-sekolah di pinggiran.

"Itu kalau mau. Tapi (lokasinya) cukup jauh karena berada di pinggiran. Alternatif itu baru dibahasan agar sekolah yang kosong dapat terisi," katanya di Semarang, kemarin.

Ia juga mengatakan, sulitnya layanan transpotasi di sekolah pinggiran sehingga kekurangan siswa juga menjadi perhatiannya. Solusinya antara lain akan menyediakan bus sekolah atau menggeser rute bus Trans-Jateng.

PPDB lanjutan
Sementara itu, enam SMP negeri di Banyumas, Jateng, membuka pendaftaran PPDB gelombang kedua mulai hari ini, karena pada PPDB yang berakhir pekan lalu keenam sekolah masih kekurangan siswa.

Keenam SMP yang kekurangan siswa berada di pinggiran Banyumas, yakni di Kecamatan Gumelar, Kalibagor, Lumbir, Kemranjen, Pekuncen, dan Tambak. Dengan membuka PPDB gelombang kedua, diharapkan ada tambahan siswa yang mendaftar keenam SMP negeri itu.

Sekretaris PPDB Dinas Pendidikan Banyumas Sutomo mengungkapkan, salah satu penyebab minimnya pendaftar keenam SMP negeri itu karena lulusan SD/MI di zona setempat juga sedikit. Di Tambak, misalnya, jumlah lulusan SD/MI di sekitar SMP Negeri 2 Tambak sangat terbatas sehingga yang mendaftar ke SMP tersebut juga sedikit. "Karena kekurangan siswa, keenam sekolah tersebut dipersilakan untuk membuka PPDB gelombang kedua," katanya, kemarin.

Dari Bengkulu dilaporkan, pada PPDB tahun ajaran 2019, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi itu menyediakan kursi untuk 39.928 murid SMA dan SMK, dengan rincian 22.610 murid SMA dan 16.928 murid SMK.

Jumlah tersebut masih jauh lebih banyak dari lulusan SMP di seluruh Provinsi Bengkulu yang tercatat 33.824 murid. Dengan demikian, masih tersedia 5.714 kursi di jenjang sekolah tersebut.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Zahirman berharap dengan kelebihan tersebut tidak ada lagi anak usia sekolah di provinsi itu yang tidak masuk ke sekolah negeri. (LD/MY/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya