Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH lebih sepekan atau sejak 9 Juni 2019 lalu diketahui empat gajah liar memasuki permukiman penduduk di Kabuputen Indragiri Hulu, Riau, persisnya di Kecamatan Peranap, dan dua gajah liar lainnya di Kecamatan Kelayang.
Hingga kini, puluhan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih bertukus lumus untuk menghalau kawanan gajah liar itu kembali ke habitatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
"Tim memulai penghalauan, menggunakan metode sergap halau dengan formasi satu baris, dua gajah latih berada di tengah sedangkan petugas berada di sayap kiri sebanyak 12 orang dan sebanyak 30 orang di sayap kanan gajah latih. Kami mengupayakan gajah liar mau mengikuti gajah latih yang bernama Indro dan Rahmat," jelas Kepala Bidang Wilayah 1 BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, Senin (17/6).
Dijelaskannya, formasi ini dilakukan dengan cara menyisir kebun karet tua yang tidak terawat secara bersamaan. Formasi itu, menurut Hansen, agak berisiko tinggi. Prosesi dilakukan selama sekitar 1 jam 20 menit.
Gajah liar berhasil ditemukan oleh tim sayap kiri, lalu segera menyergap dan menghalau, gajah liar, namun gajah berlari bergerak mengarah ke permukiman padat. Lalu tim sayap kanan dan segera menghalau sambil mengarahkan gajah liar pada jalur penghalauan.
Namun, lanjutnya, ketika gajah liar berbelok, gajah liar dengan cepatnya bebelok dengan mengambil celah diantara petugas sayap kiri, lalu kembali memasuki kebun karet tua, hingga tim kehilangan jejak kembali.
"Warga banyak membuat suara-suara berisik berupa dentuman meriam bambu, lonceng, dan sebagainya yang membikin gajah liar kebingungan," ungkapnya.
Baca juga: Sepekan di Miangas, WN Rusia Diamankan Petugas Imigrasi Tahuna
Hansen mengatakan, tim mencoba lalu lagi dengan cara yang sama, namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil. Lantaran gajah kembali berputar memasuki kebun karet tua.
Setelah itu, tim menempatkan gajah ke sisi utara kebun karet tua, untuk kembali memancing gajah liar mendekati gajah latih. Kali ini dengan memberikan bekal pakan yang banyak di sekitar gajah latih ditambatkan.
"Akhirnya tim bisa memantau perkembangan keberadaan gajah liar yang sudah mendekati gajah latih. Namun gajah liar masih berjumlah 2 ekor saja yang mendekat," jelasnya.
Kemudian bersama masyarakat, tim berinisiatif secara perlahan-lahan mulai bergerak menghalau dari sisi selatan posisi gajah liar yang telah berkumpul bersama gajah latih.
"Gajah liar pun mulai bergerak ke arah utara menuju HTI (Hutan Tanaman Industri) PT RPI menuju TNTN," ungkapnya.
Sampai saat ini, lanjut Hansen, tim BBKSDA Riau masih dalam proses penghalauan dan pemblokiran jalur gajah liar. Jika gajah tetap bergerak lurus ke utara maka posisinya dapat cepat mencapai TNTN.
Adapun sejauh ini tim masih berfokus upaya relokasi penghalauan gajah liar di Kecamatan Peranap. Sedangkan dua gajah liar di Kecamatan Kelayang akan diupayakan kemudian relokasinya setelah empat gajah liar di Peranap berhasil digiring kembali ke kawasan konservasi TNTN. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved