Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) menambah satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Sabhara ke lokasi bentrokan antar perguruan silat di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (8/6).
Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan pasukan tambahan tersebut untuk mengantikan pasukan yang sudah dikirim sebelumnya.
Baca juga: 3 Kecamatan di Wajo Masih Terendam Banjir
"Sampai saat ini situasi sudah kondusif, tetapi kita perlu ada pergantian pasukan. Pasukan ini akan berjaga-jaga mengantisipasi supaya tidak terjadi bentrok susulan," ujarnya.
Selain satuan sabhara, personel yang masih berjaga-jaga sejak terjadi bentrokan pada Kamis (6/6) berasal dari Brimob Polda NTT dan TNI.
Bentrokan dipicu keributan di pesta di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur yang berlanjut penikaman terhadap seorang pelajar, anggota salah satu perguruan silat tersebut. Korban meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Selanjutnya, terjadi aksi balas dendam dari pihak korban. Mereka melakukan penyerangan di perumahan di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur. Dalam penyerangan tersebut, empat orang terluka, tiga orang di antaranya terkena panah dan saat ini masih dirawat di rumah sakit berbeda di Kota Kupang.
Anggota DPRD NTT Jimi Sinato minta Dinas Pemuda dan Olaharga setempat segera membubarkan dua perguruan tersebut karena sering terlibat bentrokan.
"Pemerintah harus mengambil sikap terhadap dua perguruan silat ini. Di NTT banyak sekali perguruan pencak silat. Yang lainnya tidak ada masalah, tetapi perguruan ini selalu bentrok," katanya.
Terkait pembubaran dua perguruan tersebut, DPRD NTT segera membahas bersama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga dan KONI NTT. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved