Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
HIRUK pikuk jalan keliling di Pasar Wage, Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng), tak membuat sejumlah ibu yang duduk di depan toko kelontong terganggu.
Mereka tetap konsentrasi bekerja. Dengan cekatan, tangan mereka mengambil selembar janur atau daun pohon kelapa berwarna kuning. Kemudian, dibentuklah selongsong sebagai wadah ketupat.
"Kalau sudah ahli, dalam waktu 1 menit sudah bisa merampungkan pembuatan selongsong ketupat. Rata-rata waktu untuk membuat sebuah selongsong 2-3 menit. Jadi, untuk 1 jam, per orang bisa membuat antara 30-60 buah selongsong ketupat. Kecepatan pembuatannya bergantung tiap-tiap orang," kata Diah, 53, yang duduk lesehan sambil terus bekerja, kemarin.
Selain Diah, para ibu lainnya, seperti Lastri, 45, dan Beti, 47, ikut mendulang rezeki tahunan membuat selongsong ketupat Lebaran. Bahkan, ada juga anak kecil yang ikut membantu orangtua mereka, seperti Gladis, 11.
"Iya, saya ikutan ke sini. Daripada di rumah tidak ada kegiatan, lebih baik ikut ke pasar membuat selongsong ketupat. Kalau ada kegiatan seperti ini, rasa lapar tidak terasa," ungkap Gladis yang tetap menjalankan ibadah puasa.
Perajin lainnya, Beti, 47, menuturkan, rata-rata perajin ketupat di Pasar Wage ialah warga Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor.
Jarak rumah mereka ke pasar terbesar di Purwokerto itu sekitar 15 kilometer. "Kami datang ke Pasar Wage menggunakan sepeda motor. Sampai di sini, terus minta izin sama pemilik toko kelontong supaya diperbolehkan duduk di depan. Alhamdulillah, tadi diizinkan, jadi bisa duduk di sini," jelasnya.
Untuk mengejar rezeki, Beti dan Diah berangkat ke Pasar Wage sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka memang sudah biasa menjual selongsong ketupat pada H-2 dan H-1 Lebaran agar warna janur masih bagus dan tidak layu.
"Kalau terlalu lama, bisa layu dan terlihat tidak bagus. Karena itu, kami datang ke sini saat mendekati Lebaran. Setidaknya 2 hari menjelang Lebaran," urainya.
Perajin lain, Ridin, 37, menuturkan menjual selongsong ketupat dengan harga Rp7 ribu per ikat yang berisi 10 selongsong. "Tahun ini, harga selongsong ketupat Rp7 ribu per ikat atau kalau per satuan dijual antara Rp700 hingga Rp800. Hampir seluruh perajin mematok harga yang sama supaya pembeli tidak bingung."
Ridin mengatakan, biasanya para perajin membeli bahan baku janur kuning dari warga lainnya. "Kami tidak punya janur, harus membeli dari orang lain. Harga janur satu lembar panjang Rp10 ribu. Biasanya, satu daun janur panjang bisa menghasilkan 50-60 selongsong ketupat."
Kreativitas para pembuat selongsong ketupat sangat membantu warga. Seperti dituturkan pembeli asal Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Dian, 38, dia tidak perlu repot karena bisa membeli selongsong ketupat di pasar. (Liliek Dharmawan/N-3))
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved