Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Bali Hadirkan Karya Bung Karno

RS/N-3
31/5/2019 08:05
Bali Hadirkan Karya Bung Karno
Pengunjung mengamati foto-foto dokumentasi kegiatan Presiden Sukarno saat pameran "Sukarno: Besar bersama Rakyat" di Kementerian Sekretariat(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bali menggelar acara peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno yang jatuh pada 1 Juni. Acara tersebut mengambil tema Gerakan kekuatan Pancasila (the movement of Pancasila power).

Tema tersebut diterjemahkan ke dalam oratorium kolosal dan teatrikalisasi puisi Aku Melihat Indonesia, yang merupakan sajak karya Bung Karno. Menurut rencana, sajak itu akan dibacakan di panggung terbuka Ardha Chandra Taman Budaya Denpasar, sore ini.

Pergelaran oratorium tersebut bakal disaksikan berbagai komponen masyarakat, yaitu dari kalangan lintas agama, bandesa adat, kepala desa/lurah, pelajar/mahasiswa, seniman, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah provinsi/kabupaten/kota, dan wakil rakyat.

Terkait peringatan tentang Bulan Bung Karno yang berlangsung sebulan penuh mulai 1 Juni, merupakan perayaan berskala besar pertama di Bali. Selain diisi berbagai lomba yang melibatkan pelajar dan anak muda, Bulan Bung Karno juga akan menampilkan sejumlah pementasan kesenian, termasuk pementasan naskah drama yang ditulis Bung Karno.

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, pelaksanaan Bulan Bung Karno memiliki lima tujuan utama. Pertama, harus mengutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara.

Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi, dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkukuh inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas.

Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Soekarno sebagai penggali Pancasila dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai Pancasila sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

"Pada bulan Juni, ada tiga peristiwa historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dan semuanya berhubungan dengan Bung Karno. Pada 1 Juni kita akan diperingati Hari Lahir Pancasila, 6 Juni diperingati hari lahir Bung Karno, dan pada 21 Juni hari wafatnya." (RS/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya