Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
JALUR lintas selatan di Lingkar Gentong atas bawah, tepatnya di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah, masih ditemukan beberapa titik rawan kecelakaan. Penyebabnya adalah minimnya penerangan jalan umum.
Jalur selatan Jabar yang melalui Gentong atas dan bawah tersebut, dari sarana belum sepenuhnya siap, karena belum adanya pemasangan dilakukan pemerintah setempat.
"Tadi malam kami telah melewati ruas Jalan Gentong melalui Jalur Jawa Barat arah Jawa Tengah. Kondisinya masih gelap gulita dan belum ada pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Permasalahan ini harus sefera diatasi agar pemudik aman melintasi jalur tersebut," kata, Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Komisaris Besar Pol Mohammad Aris, Kamis (23/5/2019).
Aris menambahkan, selama ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merampungkan kesiapan Jalur Gentong menghadapi arus mudik. Menjelang arus mudik dan balik, di jalur tersebut ada sekitar 1.000 personel gabungan yang ditempatkannya di jalur lintas selatan Jawa. Sementara, Kapolres Tasikmalaya Kota AKB Febry Kurniawan Ma'ruf mengatakan, secara umum Jalur Gentong sudah siap digunakan untuk arus mudik dan arus balik meski belum dilemgkapi penerangan jalan umum.
baca juga: Pemudik Rentan Terjangkit 4 Penyakit
"Jalur selatan Jabar dan Jateng terutama di jalur Gentong, merupakan titik kemacetan dan rawan kecelakaan. Jalur ini sempit dan memiliki kultur berliku-berliku dan memiliki turunan dan tanjakan. Dan di sampingnya terdapat jurang," pungkasnya.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 829.223 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama dan Kalihurip Utama,
Pada arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026, 19–22 Desember 2025, tercatat 2.823 sepeda motor dan 7.489 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan.
PT Pelni Sorong mencatat arus liburan dan mudik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2025, puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025 dengan 50.576 penumpang dan 324 penerbangan.
Angka ini merupakan akumulasi dari ruas operasional yang terpantau sejak 21 Maret hingga 10 April 2025 serta ruas fungsional yang beroperasi mulai 24 Maret hingga 10 April 2025.
PT Jasa Marga Tbk menutup operasi Satuan Tugas (Satgas) Jasa Marga Siaga Operasional Idul Fitri 1446 H/2025 yang memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved