Jumat 24 Mei 2019, 11:50 WIB

Pemudik Rentan Terjangkit 4 Penyakit

Media Indonesia | Mudik
Pemudik Rentan Terjangkit 4 Penyakit

MI/Akhmad Safuan
Pemudik Lebaran

EMPAT jenis penyakit mengancam pada musim Lebaran tahun ini. Kasus inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA) diprediksi yang paling dominan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati, kemarin, mengatakan ada empat penyakit yang mengancam. Selain ISPA, ada dehidrasi, diare, dan infeksi jamur.

ISPA disebabkan cuaca ekstrem terutama saat siang hari dan paparan debu di jalanan. Dezi menyarankan pemudik terutama pengendara sepeda motor menggunakan masker.

Kemudian, kasus dehidrasi bisa terjadi lantaran kurangnya asupan air mineral saat berkendara. Kasus diare juga sangat berpotensi menjangkiti pemudik. Penyebabnya makanan yang dikonsumsi atau tangan yang kurang higienis.

Adapun infeksi jamur paling sering terjadi pada bagian organ intim. Celana yang basah akibat keringat selama perjalanan membuat bagian pangkal paha menjadi lembap. Kondisi lembap inilah yang berpotensi timbulkan jamur.

Penggunaan kloset jenis duduk di toilet umum juga menularkan jamur. Pemudik sebaiknya lebih memilih memakai toilet jongkok.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pemudik, Kementerian Kesehatan bersama dinas kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengatakan fasilitas itu disiagakan pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2019.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan 188 Public Safety Center 119. "Akan ada operator yang berjaga selama 24 jam," imbuh Bambang.

Ia menegaskan peserta prog-ram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan dimudahkan. Pemudik tidak harus kembali ke fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama tempat dia terdaftar.

Selain faskes, pemerintah memastikan ketersediaan BBM. Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto dalam tinjauannya ke sejumlah SPBU Tol Trans-Jawa di Jawa Timur mengatakan keandalan fasilitas BBM menjadi tantangan PT Pertamina (persero).

"Tahun ini adalah tahun pertama pemudik menggunakan Tol Trans Jawa secara terintegrasi," ujar Djoko, Rabu (22/5) malam.

Menjawab tantangan itu, GM Marketing Operation Region V Jatimbalinus, Werry Prayogi, mengatakan tahun ini Perta-mina memperkenalkan SPBU modular. SPBU nonpermanen tersebut dilengkapi dua tangki 10.000 liter dan dua dispenser sehingga bisa melayani lebih banyak konsumen. "Satu modular dapat menjual dua jenis BBM," jelas Werry.

Kenaikan konsumsi BBM diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Tanah Air. Di Cirebon, kenaikan permintaan diprediksi mencapai 55% dari kondisi normal 2.000-3.000 kiloliter per hari.  (Gan/Ind/YK/UL//FR/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More