Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BULOG Divre Sumatra Selatan dan Bangka Belitung sepanjang Januari hingga Mei sudah menyerap 21.000 ton beras dari petani. Artinya sudah 31% beras yang diserap dari total target penyerapan tahun ini sebanyak 70.000 ton beras. Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Salahuddin Yusuf mengatakan, penyerapan ini sudah dilakukan sejak awal panen pada Februari kemarin.
"Sekarang sudah terserap sekitar 31% dari target pengadaan beras kita 70.000 ton. Kami optimistis target bisa terpenuhi pada akhir tahun nanti," kata Yusuf, Kamis (16/5).
Penyerapan beras ini didominasi dari Ogan Komering Ulu Timur, OKU Selatan, OKU, Banyuasin, Lahat, Linggau dan Musi Rawas.
"Kita menyerap beras dari petani tidak dengan harga pemerintah, Rp7.300 per kg. Sebab di tingkat petani pun sudah menjual harga di atas itu kepada pengepul. Kita beli dengan harga Rp8.030 per kg. Dengan harga itu tentunya petani akan sejahtera," kata dia.
Bulog juga membeli beras dari petani dengan harga komersial. Namun jumlahnya tidak banyak. Dengan penyerapan itu, lanjut Yusuf, stok digudang pun bertambah.
Hingga kini, stok beras di gudang Bulog sebanyak 44.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 9 bulan kedepan.
"Beras kita aman untuk 9 bulan kedepan. Karena ada 44.000 ton beras di gudang kita. Rinciannya ada 37.000 ton beras medium dan sisanya beras premium," jelasnya.
baca juga: Serapan Biodiesel Sentuh 1,72 Juta Ton
Meski penyerapan maksimal dilakukan, pihaknya masih menunggu kebijakan pusat untuk penyaluran beras. Mulai tahun ini program bansos rastra
akan diganti dengan bansos pangan non tunai.
"Jika berkurang, outlet kita tentunya berkurang. Sementara beras kita banyak stoknya. Selama ini, kita mengeluarkan beras sebanyak 3.800 ton
per bulannya untuk program bansos rastra," tandasnya. (OL-3)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved