Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA 14 titik rawan di sepanjang jalur mudik di Jawa Tengah karena adanya pasar tumpah, kepadatan lalu lintas, dan pintu keluar tol. Dinas Perhubungan Jawa Tengah akan melakukan penambahan papan petunjuk dan penerangan jalan, untuk kelancaran mudik Lebaran.
Polda Jawa Tengah akan melakukan rekayasa lalu lintas, seperti pemberlakukan contra flow hingga pengalihan arus kendaraan pemudik di tiga jalur yang telah ada, yakni Tol Trans Jawa, jalan nasional, dan jalan alternatif di beberapa daerah.
"Kita akan tambah papan penunjuk jalan, rambu dan lampu penerangan untuk kelancaran arus mudik lebaran," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Satrio Hidayat, Kamis (16/5).
Berdasarkan hasil pemetaan, lanjut Satrio Hidayat, di Exit Tol Brebes, Krapyak dam Kaligawe (Semarang), Bawen (Kabupaten Semarang), diperkirakan mengalami kepadatan cukup tinggi. Penyebabnya di pintu keluar tol, kendaraan akan menuju beberapa daerah seperti Kota Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Kudus dan Purwokerto.
Untuk mengurangi penumpukan di exit tol Bawen yang hanya berjarak 200 meter dengan terminal Bawen, dilakukan pengalihan arus. Contohnya kendaraan ke arah Yogyakarta dapat dialihkan keluar tol Weleri-Parakan-Temanggung-Magelang dan terakhir Yogyakarta.
"Dari jalur itu tersedia jalan selebar 7 meter dan penerangan 30%," kata Satrio.
Sedangkan pasar tumpah terjadi di Brebes, Kota Tegal, Wiradesa, dan Pekalongan. Jika tahun lalu kemacetan kendaraan mencapai 10 km, maka diharapkan tahun ini tidak terjadi lagi.
baca juga: Polres Purwakarta Petakan Jalur Rawan Kecelakaan
"Jalan tol telah siap menampung kendaraan untuk mengurangi kepadatan di jalur pantura," kata Satrio.
Adapun kondisi penerangan jalan saat ini, dari 9.800 lampu penerangan jalan yang dibutuhkan, baru tersedia 4.800 lampu.
"Kita usahakan ada penambahan lagi termasuk pemasangan pembatas dan scotlite. Juga papan penunjuk jalan ke jalur akternatif baru," imbuhnya. (OL-3)
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 829.223 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama dan Kalihurip Utama,
Pada arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026, 19–22 Desember 2025, tercatat 2.823 sepeda motor dan 7.489 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan.
PT Pelni Sorong mencatat arus liburan dan mudik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2025, puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025 dengan 50.576 penumpang dan 324 penerbangan.
Angka ini merupakan akumulasi dari ruas operasional yang terpantau sejak 21 Maret hingga 10 April 2025 serta ruas fungsional yang beroperasi mulai 24 Maret hingga 10 April 2025.
PT Jasa Marga Tbk menutup operasi Satuan Tugas (Satgas) Jasa Marga Siaga Operasional Idul Fitri 1446 H/2025 yang memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved