Kamis 16 Mei 2019, 12:14 WIB

Polres Purwakarta Petakan Jalur Rawan Kecelakaan

Reza Sunarya | Nusantara
Polres Purwakarta Petakan Jalur Rawan Kecelakaan

MI/Reza Sunarya
Ada beberapa jalur yang dianggap rawan kecelakaan. Yakni, di jalur arteri dan jalur nasional, serta ruas tol Cipularang dan Tol Cipali.

 

JAJARAN Polres Purwakarta, Jawa Barat melakukan pemetaan situasi dan kondisi jalur yang akan digunakan untuk arus mudik Lebaran 2019. Terutama pemetaan wilayah rawan kecelakaan lalu lintas dan rawan macet. Kanit Laka Satlantas Polres Purwakarta, Ipda Asep Kusmana, mengatakan pemetaan yang dilakukan untuk pengamanan arus mudik, tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Asep menjelaskan, hasil pemetaan jajarannya menyimpulkan, di wilayah hukum Polres Purwakarta ada beberapa jalur yang dianggap rawan kecelakaan (black spot). Yakni, di jalur arteri dan jalur nasional, serta ruas tol Cipularang dan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Untuk di ruas Tol Cipularang, ada 10 kilometer yang rawan kecelakaan. Yakni, mulai dari KM 90 hingga KM 100, baik dari arah Bandung-Jakarta maupun sebaliknya," kata Asep Kusmana, Kamis (16/5).

Sedangkan untuk titik rawan di ruas tol Cipali yakni di KM 73 sampai 83 di kedua jalur. Tak hanya di ruas tol, titik rawan kecelakaan pun terdapat di jalur arteri. Di antaranya, jalur Purwakarta-Bandung via Padalarang, jalur Sadang-Subang via Cibatu (jalur tengah), serta jalur Sadang-Cikopo (Bungursari).

Asep menyebutkan, hasil pemetaan ini dilihat dari intensitas kecelakaan yang selama ini kerap terjadi di titik-titik tersebut.  Yakni, selain kondisinya lurus, ada juga yang kondisinya berupa tanjakan terjal, turunan curam, tikungan tajam, serta bergelombang.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga Kabuputen Purwakarta, Budi Supriyadi, menyatakan telah menyiapkan 9 jalur akternatif dengan kondisi jalan cukup baik, untuk arus mudik lebaran 2019. Menurutnya, jalur tersebut siap digunakan jika terjadi kemacetan bagi kendaraan yang keluar dari gerbang tol Sadang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Baik melalui jalur tengah Sadang-Subang maupun jalur selatan.

baca juga: KPU: Selama Rekap Saksi BPN dan TKN Tidak Pernah Komplain

Budi menyebutkan, kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini memang selalu menjadi jalur alternatif dari berbagai penjuru daerah. Jika terjadi penumpukan kendaraan di sekitar Purwakarta, Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan akan membuka jalur-jalur tertentu untuk mengurai kemacetan.

"Nanti koordinasi dengan instansi lain, untuk menentukan skema arus mudik. Termasuk pengalihan arus atau rekayasa lalu lintas dan membuka jalur alternatif jika diperlukan," ungkapnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More