Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Rumah Desain dan Persiapan Bali jadi Tuan Rumah ASS 2020

Arnoldhus Dhae
15/5/2019 13:45
Rumah Desain dan Persiapan Bali jadi Tuan Rumah ASS 2020
Gubernur Bali Wayan Koster(MI/Ruta Suryana)

BALI memberikan perhatian serius terhadap pengembangan industri kreatif dan bakat kaum muda Bali. Berbagai industri berbasis teknologi berkembang pesat di Bali.

Gubernur Wayan Koster segera merealisasi pembangunan Rumah Desain. Nantinya, menurut Koster, Rumah Desain itu akan mengakomodasi beragam desain produk dengan rasa dan sentuhan lokal. Rumah Desain ini akan menampung bakat-bakat muda Bali.

Koster juga mengaku sudah menyampaikan rencana ini ke Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI. Pembenahan dan pembangunan Rumah Desain itu terkait dengan Indonesia sebagai tuan rumah Asia Animation Summit (ASS) 2020 dan 2021. Bali akan menjadi tuan rumah ASS karena pertumbuhan desain yang sangat signifikan di Bali.

“Kita ingin orang melihat produk-produk Bali nantinya bisa lebih dinamis, namun tetap dengan sentuhan dan pakem lokal kita di Bali,” jelas Koster.

Koster melanjutkan nama Bali sudah sangat dikenal di dunia internasional sehingga segala produk yang memiliki image Bali akan menjadi perhatian.

“Bali dari berbagai aspek sudah mendunia dan sudah lengket sebagai merek dagang. Ini harus ditonjolkan dan harus mampu membuat aneka produk lokal kita laku di pasaran,” terang pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini.

Ke depan, lanjut Koster, Rumah Desain tersebut akan menampung bakat-bakat muda lokal Bali yang punya potensi untuk mendesain produk dengan difasilitasi serta diberikan wadah terus berkreasi.

“Kita akan melibatkan orang-orang kreatif, gali terus potensinya, karena saya lihat Bali ini sangat kreatif masalah desain,” imbuh Ketua DPD PDI P Bali ini.

Baca juga: Bali Minta Jamkrida dan BPB Bantu Keterampilan Milenial

Koster pun mendukung inisiatif Bekraf untuk menjadikan Bali sebagai tuan rumah gelaran ASS 2020 dan 2021.

“Kita upayakan juga ada sinergi, agar bisa bermanfaat pula bagi industri kreatif di Bali,” harap Gubernur.

Wakil Kepala Bekraf RI Ricky J Pesik mengungkapkan alasan pemilihan Bali sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Pihaknya melihat potensi industri kreatif di Bali, termasuk di bidang animasi.

“Ada sejumlah studio animasi di Bali yang sudah punya reputasi internasional,” katanya.

“Yang pasti kita ingin Bali tak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan yang bersifat heritage, namun juga bisa menjadi pusat budaya kontemporer. Jadi pusat kegiatan-kegiatan dunia,” imbuhnya.

Ricky juga menilai Bali dengan pariwisatanya bisa menjadikan animasi sebagai salah satu promosi baru Pulau Dewata dari sisi budaya yang lebih kontemporer.

“Budaya yang lebih pop sehingga lebih bisa diterima generasi yang lebih muda,” sebutnya.

Sementara Chairman ASS Kim Dalton yang turut hadir menyebut potensi dunia animasi dan animator Asia sangat besar.

“Dalam banyak kesempatan, perusahaan sekelas Disney pun secara spesifik telah menunjukkan perhatian yang besar pada dunia animasi di Asia. Event seperti ASS bisa jadi penghubung animator Asia dengan perusahaan raksasa seperti Disney dan yang lainnya,” kata Dalton.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya