Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Gereja Katolik di NTT Berdayakan Pemuda Melalui BLK

Yohanes Manasye
01/5/2019 11:27
Gereja Katolik di NTT Berdayakan Pemuda Melalui BLK
Peserta pelatihan mekanik di BLK milik kongregasi SVD di Borong, Manggarai Timur.(MI/Yohanes Manasye)

GEREJA Katolik Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kongregasi Societas Verbe Divini (SVD) telah mendirikan balai latihan kerja (BLK) di Borong, Kabupaten Manggarai Timur sejak tahun 2016. Namun BLK yang didirikan atas bantuan PT Astra dan PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) itu belum berjalan maksimal karena ketiadaan trainer.

Kini, PT. MPM, perusahan konsumer otomotif yang bermarkas di Surabaya mendatangkan trainer dan menyelenggarakan kelas pelatihan gratis selama 10 hari untuk peserta yang berasal dari wilayah Manggarai Timur. Tahap selanjutnya, peserta pelatihan terbaik akan dikirim untuk belajar di Surabaya agar bisa menjadi trainer di BLK tersebut.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava Pijar

Provincial SVD Keuskupan Ruteng Pater Yosef Masan Toron, SVD berterima kasih kepada dua perusahan yang telah membantu Gereja Katolik setempat untuk meneruskan karya sosial yang telah dirintis para misionaris sejak dahulu.

"Komitmen para misionaris kita dulu begitu tinggi terhadap masyarakat kecil, masyarakat pinggiran. Sementara itu kita melihat sekarang, ada begitu banyak anak-anak kita yang tidak memiliki keterampilan. Bersama Astra dan MPM kita siapkan fasilitas untuk kepentingan anak-anak Manggarai yang tidak berkesempatan melanjutkan pendidikan. Memberikan mereka ketrampilan dasar agar bisa meningkatkan kesejahteraan hidup mereka" katanya, Rabu (1/5).

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengapresiasi karya sosial Gereja Katolik setempat serta pihak-pihak lain yang membantu. Ia mengatakan keberadaan BLK sangat menunjang program pemerintah kabupaten Manggarai Timur.

Karena itu, Pemda Manggarai Timur akan mendukung dan siap bekerja sama untuk memperkuat BLK tersebut. Dengan memperkuat BLK tersebut, lanjut Andreas, putra-putri Manggarai Timur bisa dibekali kecakapan hidup agar bisa mandiri.

"Kerjasamanya, gedungnya mereka siapkan. Sedangkan seluruh fasilitas pelatihan, pesertanya, makan minumnya, kita tanggung. Atau besok kita kirim dua tiga orang yang terbaik dari pelatihan ini untuk menjadi mentor di sini," ujarnya.

General Manager CSR & Corporate Communication MPM Group Natalia Lusnita mengatakan pelatihan itu bertujuan merespons masalah rendahnya mutu pendidikan dan SDM di NTT, terutama di Manggarai Timur. Ia mengatakan, mutu pendidikan dan SDM merupakan salah satu aspek yang menjadi tolok ukur kesejahteraan suatu daerah atau wilayah.

"Maka tidak jarang diperlukan program-program pemberdayaan untuk memaksimalkan potensi dan daya saing masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, pada tahun 2016, PT. MPM telah menyumbangkan peralatan mekanik roda dua sebagai sarana pelatihan. Agar BLK tersebut bisa berjalan optimal, kali ini pihaknya mendatangkan trainer atau pelatih dan mengadakan kelas pelatihan gratis sela sepuluh hari.

Baca juga: Bendungan Ciawi dan Sukamahi Bisa Digunakan Tahun Depan

“Harapannya, pelatihan ini dapat menghasilkan tenaga mekanik handal dan bersertifikasi. Sehingga, nantinya para peserta didik mampu bekerja sebagai mekanik profesional ataupun memiliki usaha bengkel sendiri,” katanya.

Selain pelatihan mekanik, PT. MPM juga mendonasikan perpustakaan keliling, berupa 1.035 buku dan dua unit sepeda motor yang dilengkapi dengan box untuk masyarakat di Desa Satar Kampas dan Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya