Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 40 warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan Tiongkok ditanglap petugas jajaran imigrasi dan kepolisian, di sebuah rumah yang menjadi tempat penampungan. Rinciannya 12 WNA asal Taiwan dan 28 warga Tiongkok, enam orang di antaranya adalah wanita. Dari jumlah WNA yang ditangkap itu, sebanyak 11 orang WNA merupakan DPO interpol negaranya. Mereka diduga pelaku kejahatan penipuan menggunakan alat komunikasi elektronik.
Adapun 40 WNA ini berusia 25-30 tahun. Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Moh Hendra Suhartiyono mengatakan puluhan WNA ini telah berada di Kota Semarang, Jawa Tengah selama dua bulan.
"Petugas menyelidiki keberadaan mereka di sebuah rumah berlokasi di Puri Anjasmoro, Kota Semarang," kata Hendra, Senin (22/4).
Puluhan pelaku yang tidak dapat berbahasa Indonesia tersebut, masih terus diperiksa untuk mengetahui gerakan mereka di Indonesia.
40 WNA ini selama di Kota Semarang melakukan aksi kejahatan dengan mencari nomor telepon warga dari Taiwan dan Tiongkok.
"Sasaran pelaku adalah warga negara asing yang ada di Taiwan ataupun Tiongkok yang memiliki permasalahan hukum," tambahnya.
Kemudian setelah memperoleh nomor kontak, mereka menghubungi korban untuk memberitahukan permasalahan hukum. Dalam komunikasi telepon itu, sejumlah orang berperan sebagai polisi atau hakim pengadilan untuk meyakinkan korbannya agar mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu di Taiwan atau Tiongkok. Barang bukti yang disita yakni 29 ponsel, 10 paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp35 juta, tiga pajer, satu bundel dokumen, 64 unit telepon rumah dan beberapa peralatan komputer.
"Mereka dijerat Pasal 28 Ayat 1 dan Pasal 45A ayat 1 UU No 11/2008 tentang ITE yang diubah UU No 19/16 tentang kejahatan elektronik," pungkas Hendra. (OL-3)
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
Inggris berupaya memperkuat hubungan dagang sekaligus berbagi pengalaman dan teknologi keamanan siber guna mendukung transformasi digital Indonesia.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik
Penguatan teknologi AI dan cyber defense ini tidak hanya penting dalam konteks pertahanan militer, tapi juga mendukung ketahanan pangan
Percakapan aktivis atau pegiat media sosial seperti Ferry Irwandi bukan tugas dan fungsi pokok dari TNI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved