Kamis 11 April 2019, 09:25 WIB

Perangi Narkoba dengan Hukum Adat

MI | Nusantara
Perangi Narkoba dengan Hukum Adat

ANTARA/Nyoman Budhiana
PENANGKAPAN PENGEDAR NARKOBA BALI: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa (ketiga kiri).

 

KASUS narkoba di Buleleng, Bali, cukup besar. Peredaran narkoba pun cukup tinggi. Beberapa desa adat membentuk perarem atau hukum adat untuk memberantas peredaran narkoba. Para pemangku adat meyakini adanya perarem ini akan memberikan efek jera bagi pecandu narkoba.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Putu Gede Suastawa, dalam sosialisasi program rehabilitasi, kemarin.

Hadir dalam acara sosialisasi itu antara lain 25 peserta rehabilitasi dari rumah sakit, puskesmas, dan yayasan yang bergerak di bidang rehabilitasi narkoba.

Suastawa mengatakan, selain Buleleng saat ini di Gianyar ada 16 desa yang memiliki pararem narkoba, kemudian di Badung ada 1 desa, Denpasar ada 2 desa, dan Klungkung 1 desa.

"Ini kan bertahap. Nanti kalau sudah ada 35 desa yang memiliki pararem, maka Buleleng ialah yang paling banyak," kata Suasatawa didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, AKBP Gede Astawa.

Baca Juga : Perarem Efektif Tekan Kasus Narkoba di Bali

Selain melalui pararem, upaya untuk menekan kasus narkoba dilakukan dengan merehabilitasi para pengguna narkoba. Khusus di Buleleng, hingga April ini sudah ada 27 pengguna narkoba direhabilitasi, sedangkan untuk seluruh wilayah Bali ada sekitar 60 orang. Diharapkan peran dari petugas rehabilitasi, baik rumah sakit maupun puskesmas berkomunikasi dengan klien pecandu narkoba agar menjalani rehabilitasi.

"Kami mengoptimalisasikan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang diselenggarakan oleh institusi penerima wajib lapor (IPWL) di Buleleng. Agar informasi ini disebar ke masyarakat, kita bisa memanfaatkan layanan IPWL dalam memulihkan korban pecandu narkoba," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya, pun mendukung upaya BNNP Bali dalam memberantas narkoba dan memulihkan pecandu. Ia pun siap mendukung kegiatan BNNK dan mendorong agar program-program memerangi narkoba masuk ke perda. "Dengan demikian, kinerja BNNK bisa lebih maksimal," kata Purnawijaya. (OL/N-2)

Baca Juga

MI/widjajadi

Gibran Sapa Warga Usai Salat Id di Pendopo Balai Kota Solo

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 10:40 WIB
Usai pelaksanaan salat Id, Wali Kota Gibran menghampri satu persatu jamaah salat dan menyampaikan ucapan selamat Idul...
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Pemudik di Kota Yogyakarta Tercatat 225 Orang

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 10:40 WIB
Mereka, sebagian besar, melakukan isolasi di rumah dan sebagian lagi isolasi di hotel. Mereka sebagian besar membawa surat jalan dan surat...
MI/Widjajadi

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:06 WIB
Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya