Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Gubernur Edy Prihatin Keterwakilan Perempuan di Sumut Minim

Yoseph Pencawan
27/3/2019 18:45
Gubernur Edy Prihatin Keterwakilan Perempuan di Sumut Minim
GUBERNUR Sumatra Utara, Edy Rahmayadi(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

GUBERNUR Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, memprihatinkan minimnya keterwakilan kaum perempuan dalam dunia politik di daerahnya. Hal itu dilihat dari komposisi keanggotaan DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Hal itu dikemukakannya melalui keterangan resmi dalam diskusi bertema Peran Politik Perempuan dalam Pemberitaan Media yang digelar Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut, di Medan, Rabu (27/3).

Diungkapkannya, DPRD Provinsi Sumut hanya diisi 15 politisi perempuan atau 15% dari 100 orang anggota. Bahkan dari 33 kabupaten/kota di Sumut, masih ada yang tidak memiliki anggota DPRD perempuan, yakni Pak-Pak Bharat dan Nias.

"Hanya Kabupaten Labuhanbatu yang memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan," katanya.

Sementara daerah lain belum memenuhi keterwakilan perempuan 30%. Seperti Serdangbedagai, Karo, Samosir, Sibolga dan Pematangsiantar, hanya sebanyak 20%.

 

Baca juga: Jumlah Keterwakilan Perempuan Dipersoalkan Darmayanti

 

Lebih minim lagi di Medan, Tanjungbalai, Gunung Sitoli, Deliserdang, Binjai, Padangsidimpuan, Tobasa, Taput, Tapsel, Asahan, Batubara, Simalungun, Nias Selatan dan Nias Barat, cuma diisi antara 10%-20%.

Sementara daerah-daerah yang keanggotaan DPRD-nya di bawah 10% ialah Tebingtinggi, Dairi, Humbahas, Tapteng, Madina, Paluta, Palas, Labusal, Labura, Langkat dan Nias Utara.

"Tentunya kita prihatin melihat capaian ini. Diperlukan langkah bersama yang holistik dan terpadu dalam meningkatkan keterwakilan politik perempuan di legislatif," sebut Gubernur.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPD RI, Darmayanti Lubis, juga mengungkapkan salah satu problem keterwakilan politik perempuan adalah platform partai yang tidak memihak.

Dari catatannya, di tingkat nasional, pada era reformasi atau periode (1999-2004) terdapat 45 perempuan dari 500 anggota DPR RI, atau 9%. Kemudian periode 2004-2009 meningkat menjadi 61 orang atau 11,09% dari 550 anggota DPR RI.

Jumlah itu kembali meningkat menjadi 101 perempuan pada periode 2009-2014, atau 18,04% dari 560 anggota DPR RI. Namun, jumlah keterwakilan perempuan justru menurun pada periode 2014-2019, yang mana hanya ada 97 atau 17,32% perempuan yang menduduki 560 kursi DPR RI. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya