Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi berkekuatan 6,3 magnitude mengguncang Jailolo, Maluku Utara pada pukul 11.37 WIB, Minggu (24/3). Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa juga dirasakan di Ternate dan Weda, Provinsi Maluku Utara, dan beberapa kota di Provinsi Sulawesi Utara, yakni Manado, Tondano, Bitung, Tahuna, Siau, dan Bolang.
Menurut laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa tidak dirasakan di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Tetapi gempa dirasakan lemah di Kabupaten Kepulauan Sangihe selama 1 hingga 5 detik. Warga pun tidak panik dan beraktivitas normal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan.
Baca juga: Surat Suara untuk 2 Kabupaten di Bangka Belitung Akhirnya Tiba
"Saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerugian materil. BPBD masih melakukan pendataan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers, Minggu (24/3).
Jika mengacu pada peta gempa dirasakan dimana di Jailolo, Weda, Ternate III MMI, Manado, Tondano, Bitung III -IV MMI, Tahuna, Siau, Bolaang Uki II-III MMI, menurut BNPB, gempa itu diprediksi tidak memberikan dampak kerusakan yang masif.
Sutopo mengatakan, umumnya bangunan akan rusak dan roboh apabila menerima intensitas gempa dirasakan lebih dari VI MMI. Namun, gempa 6,3 M yang terjadi pada pukul 11.37 WIB itu, intensitas gempa dirasakan maksimal IV MMI sehingga tidak merusak parah dan luas.
"Namun demikian, BPBD masih melakukan pemantauan dan akan dilaporkan jika ada perkembangan berikutnya," tukasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved