Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Lombok Siap Terima Ribuan Peserta Simposium Geopark Dunia

Yusuf Riaman
24/3/2019 13:15
Lombok Siap Terima Ribuan Peserta Simposium Geopark Dunia
(MI/Tosiani)

NUSA Tenggara Barat (NTB) siap menerima ribuan tamu dari 84 negara yang datang menghadiri The 6th Asia Pasifik Geopark Network (APGN) Symposium yang akan berlangsung 1 hingga 7 September mendatang.

"Kita sudah siap menerima sekitar seribu tamu inti serta lebih dari 2 ribu pengikut akan hadir. Ini adalah kali pertama diselenggarakan di Indonesia, dan Geopark Rinjani Lombok menjadi tuan rumah," kata M Akbar M Siddik dari Masyarakat Taman Bumi Nusantara (Geopark Indonesia kepada wartawan, Minggu (24/3).

Dikatakan Akbar, para tamu APGN ini, selain akan mengikuti sejumlah kegiatan di antaranya seminar, pameran produk, diskusi-diskusi, juga akan ada kunjungan ke geosite utama Geopark Rinjani Lombok, kunjungan ke sejumlah destinasi wisata seperti Gili Trawangan, Narmada, Lingsar, Tete Batu yang semuanya masuk dalam kawasan Geopark Rinjani, bahkan juga diagendakan ada kunjungan ke Geopark Nasional Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.

Seluruh elemen masyarakat di Lombok mulai dari komunitas geosite hingga Pemerintah Provinsi NTB akan terlibat mengelola acara ini.

Baca juga: Membandel, Turis Asing Nekat Dekati Kawah Bromo

Selain itu, juga akan hadir pengelola dari empat Geopark Global Indonesia dan 50 experince Geopark Indonesia akan mengadakan pegelaran.

"Masing-masing daerah akan menunjukkan produk ungggulannya," kata Akbar.

Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah APGN 2019 saat Rinjani ditetapkan menjadi Geopark dunia di Zhijindong Cave Unesco Global Geopark (UGG) Tiongkok tahun lalu yang saat itu dihadiri Sekda Provinsi NTB Rosiady H. Sayuti.

Melalui kegiatan ini secara tidak langsung memberikan kesempatan untuk menunjukkan kondisi Pulau Lombok yang pada beberapa waktu lalu dilanda gempa.

Karena itu, sebutnya, tagline dari kegiatan tersebut adalah pengembangan masyarakat lokal berbasiskan ketahanan terhadap bencana. Kearifan lokal seperti rumah tradisional masyarakat Lombok yang ternyata mampu bertahan dari goncangan gempa.

Tujuannya, adalah untuk mengingatkan kita semua bahwa seluruh kawasan Asia Pasifik perlu menyiapkan strategi pengurangan resiko bencana, bencana geologi yang baru melanda Lombok adalah contoh penting bencana pengurangan resiko. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya