Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BERTANDANG ke Bali sebetulnya tidak lengkap jika tidak mencicip duriannya. Meski belum mampu menyaingi popularitas durian petruk atau durian bangkok, durian bali memiliki cita rasa yang konsisten, pulen tapi kuat.
Sawah menghampar sejauh mata memandang, serupa arsiran petani dalam terasering subak yang telah diwariskan turun temurun. Demikianlah rupa alam di kiri dan kanan Jalan Pekutatan yang menghampar dari Tabanan, sampai Negara. Wilayah itu dikenal setidaknya untuk dua alasan, pertama, hamparan sawah Jati Luwih yang digadang akan mengeser popularitas Tegalalang Rice Terace di Ubud, dan kedua, duriannya!
Musim durian di Bali memang berganti-gantian. Jika akhir tahun lalu durian tumpah ruah di Bangli dan Bedugul, kini durian Pupuan siap menyubstitusi kebutuhan Bali akan buah beraroma kuat itu saat pasokan durian di Bangli dan Bedugul sudah habis.
Durian pupuan umumnya berwarna putih gading, kadang sedikit kekuningan. Kadang juga disertai rasa manis yang lebih kuat. Dagingnya tidak terlalu tebal, jumlahnya dalam satu ruas lebih banyak dari durian pada umumnya.
Perpaduan itu sebetulnya sangat pas untuk dinikmati sembari bercengkrama di tepi sawah. Sayangnya, Jalan Pekutatan bukanlah jalan utama yang ramai dilewati turis. Petani durian di Pupuan mengambil jalan keluar dengan menjual durian mereka di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang lebih ramai lalu lintasnya.
“Makan durian temannya kopi pahit, sambil ngudud (merokok). Saya tiap hari begini, pusing-pusing hilang,” kelakar Pak Putu, salah satu penjual durian pupuan sembari menyeruput kopi tubruknya di tangan kanan dan durian di tangan kiri. Pak Putu adalah satu dari puluhan penjual durian di kawasan Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang saya temui dalam trip berburu durian pupuan di Bali (17/3).
Pak Putu jujur menuturkan bahwa ia tidak tahu di mana kebun-kebun asal durian yang ia jual. Ia hanya tahu bahwa asalnya dari Pupuan. “Biasa kalau sudah masuk musim, ada yang telepon saya, mau didrop berapa. Saya terima saja, jual di sini. Sudah enam tahun,” ujar Pak Putu yang kiosnya dapat ditemui di seberang Rumah Makan Pulukan.
Umumnya, pembeli durian Pak Putu adalah sopir antarprovinsi yang mampir untuk beristirahat sambil makan durian. Wajar saja mereka tertarik mampir, kios Pak Putu meskipun sederhana, memiliki kombinasi pemandangan gunung dan pantai yang amat estetik.
“Kalau bukan sopir, biasanya bule. Jarang itu yang orang lokal, jauh mungkin dari tempat wisata,” lanjutnya.
Tidak jauh dari kios Pak Putu, ada kios lain yang menjajakan durian. Pemiliknya adalah perempuan paruh baya yang semula merantau ke Jawa yang saya panggil ‘Mbak’. Berbeda dengan Putu yang tidak pernah datang langsung ke kebun durian, Mbak mengaku seluruh sanak saudaranya adalah petani duren di Pupuan yang selama ini kerap menjadi pemasok tengkulak untuk dijual di Denpasar dan Nusa Tenggara.
Beberapa tahun lalu, saat Mbak berkeinginan untuk kembali dari rantau, ia melihat peluang ini sebagai bisnis yang akan cukup membiayainya hidup di tanah kelahiran leluhurnya itu.
“Dari pada dikasih ke orang, kan lebih baik dijual sendiri. Masih saudara semua petani-petani yang di Pupuan itu,” katanya.
Mbak sangat terbuka memberi tahu harga dasar durian pupuan yang dijualnya. Untuk sebutir durian besar yang dijual seharga Rp50 ribu per butir ia bisa mengambil untung hingga Rp15 ribu. Namun, sebagian besar duriannya berukuran sedang yang dibanderol Rp20 ribu-Rp25 ribu per butirnya. Umumnya, durian pupuan dijual dengan harga variatif dari Rp5 ribu per butir hingga Rp 50 ribu.
“Tahun ini sebetulnya gagal panen, kebun saya saja cuma satu yang berbuah. Hujannya banyak, jadi sebagian besar itu rontok waktu masih (berbentuk) bunga,” kisah Mbak.
Meski disebut gagal panen, durian masih melimpah di Pupuan dan siap diserbu penggemarnya. Pupuan pun menjadi tumpuan utama pemasok durian di kawasan Nusa Tenggara dan Denpasar hingga musim durian berikutnya.
Ada satu rahasia yang patut diketahui mengenai durian bali, yakni, jika hujan sedang banyak jangan tergoda memilih durian yang besar karena rasanya mungkin akan hambar. Pilih saja durian-durian kecil dan nikmati sebanyak yang mampu ditampung perut.
Selain karena rasanya lebih kuat, penjual durian pupuan umumnya tidak mau menerima bayaran atas butir durian yang dirasa kurang memuaskan meskipun mereka harus menanggung ruginya. Menarik bukan? (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved