Selasa 19 Maret 2019, 19:20 WIB

Polsek Godean Sita Ribuan Lembar Uang Palsu

Agus Utantoro | Nusantara
Polsek Godean Sita Ribuan Lembar Uang Palsu

MI/Agus Utantoro

 

POLSEK Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyita  ribuan uang palsu nominal 100.000, 50.000, dan 5.000 yang diproduksi perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berinisial IK. Uang palsu ini dibuat di sebuah rumah kontrakan di wilayah Godean,  Kabupaten Sleman.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto, Selasa (19/3) menjelaskan,  pengungkapan kasus itu bermula dari kecurigaan seorang pedagang  angkringan di Godean yang beberapa kali didatangi tersangka IK. Setiap  membeli, IK selalu menggunakan uang kertas Rp100.000.

Pedagang tersebut curiga uang yang digunakan untuk membayar itu palsu.
"Ia kemudian melapor ke polisi," ujar Yulianto.

Polisi yang menerima laporan segera bergerak dan berhasil menemukan  keberadaan IK. Polisi yang mendapat kepastian bahwa uang tersebut palsu segera bergerak dan akhirnya menemukan tersangka lain, HS, yang juga warga Pati, Jawa Tengah.

IK selanjutnya diketahui sebagai perangkat desa, sedangkan HS merupakan guru  honorer di salah satu SD di Pati. Polisi mendapat informasi mereka mengontrak rumah untuk memproduksi uang palsu yang juga di wilayah Godean.

"Jajaran Polsek Godean kemudian mendatangi rumah tersebut. Selain  mendapatkan barang bukti berupa uang kertas palsu nominal 100.000 juga peralatan untuk memproduksi," paparnya.

Di tempat tersebut, polisi juga mendapati dua tersangka lainnya, EY dan NY, keduanya warga Magelang, Jawa Tengah. Kapolsek Godean, Kompol Herry Suryanto menambahkan dari pengakuan  tersangka, mereka membuat uang palsu itu baru sekitar satu bulan.

Kini keempat tersangka itu dijerat dengan Pasal 36 ayat 2, ayat 3 juncto Pasal 26 ayat 2, ayat 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 dan Pasal 244 dan Pasal 245 KUH Pidana subsider Pasal 55 KUH pidana juncto Pasal 56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Fitriani   mengapresiasi pengungkapan kasus uang palsu ini. Menurut dia, Bank Indonesia selalu menggunakan teknologi terbaru dan menggunakan pengamanan terbaru sehingga sulit dipalsukan.

"Dan yang diungkap ini nampak sekali kalau bukan uang asli. Buktinya,  pedagang angkringan yang buka malam hari pun bisa mengenali," tuturnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Meski begitu, kasus uang palsu Godean dipastikan tidak ada hubungannya dengan kasus serupa yang terungkap di Kulonprogo beberapa hari lalu. Polisi juga membantah kasus uang palsu ini terkait dengan makin dekatnya dengan pemilu. (A-2)

 

Baca Juga

dok.ant

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 07 Desember 2021, 08:40 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang hingga sangat tinggi di perairan Indonesia...
dok.medcom

BNPB Terbitkan Peringatan Dini Ancaman Banjir dan Longsor di Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Selasa 07 Desember 2021, 08:35 WIB
BNPB menerbitkan Peringatan Dini ancaman bencana musim penghujan berupa banjir dan tanah bergerak (longsor) di Provinsi Kalimantan...
MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Dijadwalkan Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Semeru

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 07 Desember 2021, 08:24 WIB
Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya