Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendata sebanyak 525 unit rumah rusak akibat gempa bumi beruntun yang mengguncang Lombok pada Minggu (17/3) kemarin.
"Data sementara ada 525 unit rumah yang mengalami kerusakan, tapi kita belum diklasifikasikan apakah rusak berat, rusak sedang atau ringan," kata Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum, di Mataram, Senin (18/3).
Selain kerusakan pada rumah-rumah warga, gempa dengan kekuatan 5,8 skala Richter (SR) dan 5, 2 SR juga menyebabkan 119 orang di Kabupaten Lombok Timur dan 37 orang di Kabupaten Lombok Utara mengalami luka-luka setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
"Gempa juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia, satu wisatawan lokal dan dua wisatawan asal Malaysia," katanya.
Pemerintah Provinsi NTB memfasilitasi pemulangan warga negara Malaysia baik yang terluka maupun meninggal dunia saat terjadinya tanah longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep.
"Untuk keluarga kita siapkan hotel gratis di Mataram, sedangkan untuk pemulangan jenazah dan keluarga difasilitasi Kementerian Pariwisata dari Lombok ke Jakarta menuju Kuala Lumpur, menggunakan maskapai Garuda," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal.
Baca juga: Perubahan Fungsi Hutan Turut Jadi Penyebab Banjir Sentani
Menyusul musibah tersebut Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta sudah mengirimkan konsulatnya di NTB.
Faozal mengungkapkan, saat terjadi gempa jumlah wisatawan asal Malaysia berjumlah 27 orang yang tergabung dalam satu grup dan menginap di satu hotel yang sama di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.
"Sebenarnya mereka sudah dua hari berada di Lombok dan rencananya akan pulang hari ini (Senin, red)," katanya.
"Mereka yang mau pulang sekarang kita fasilitasi, yang mau perpanjang hingga besok kita fasilitasi juga dan kepulangan dengan Air Asia," katanya.
Menurut dia, dari 27 WNA Malaysia itu, dua orang meninggal dunia atas nama Tai Sieu Kim, 56, dan Lim Sai Wah, 56. Sembilan orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya, NTB diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 SR dan 5,2 SR pada Minggu (17/3) pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer (km).
Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 Km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram. (Ant/OL-1)
Cek jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di NTB. BMKG ungkap alasan fenomena 'Blood Moon' malam ini sangat fotogenik meski ada kendala cuaca berawan.
BMKG NTB laporkan posisi hilal Selasa (17/2) masih di bawah ufuk -1,26 derajat. Cek prediksi ketinggian hilal esok hari untuk penentuan awal Ramadhan.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved