Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kapal cepat (speedboat) mengalami kecelakaan di Sungai Musi, di Selat Jaran, Desa Upang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Senin (18/3).
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pertolongan dan Pencarian Palembang, kecelakaan tersebut disebabkan pengemudi speedboat mengantuk sehingga menabrak pohon bakau yang ada di pinggir sungai Musi tersebut.
Speedboat bermerek 'Awet Muda' jurusan Karang Agung Ilir-Palembang yang dikemudikan Muhammad, 50, berpenumpang sekitar 20 orang. Pada pukul 10.00 WIB, speedboat mengalami kecelakaan tunggal.
Selain menyebabkan enam orang tewas, tiga di antaranya dikabarkan hilang belum ditemukan hingga saat ini. Adapun selain serang, kernet kapal bernama Kodar, 20, pun meninggal dunia.
Adapun korban lainnya Muhidin, 24, Husnul, 60, Sopian, 60, dan Tarno, 50. Juga ada Ganjar Winarsih, 39, pun meninggal dunia usai mendapat perawatan di RS AK Gani Palembang.
"Berdasarkan informasi di lapangan, dalam kapal ini ada 20 penumpang, 7 di antaranya meninggal dunia, 3 masih dalam pencarian dan 10 penumpang mengalami luka-luka," kata Humas Basarnas Palembang, Taufan.
Baca juga: 79 Korban Meninggal Ditemukan, 43 Masih Hilang
Ia menjelaskan, speedboat ini memiliki mesin 200 PK dengan merek kapal Awet Muda bertolak dari Primer Karang Agung Ilir, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, menuju Pelabuhan Benteng, Palembang.
"Saat melintasi perairan Jalur 10 Telang, Desa Upang Jaya Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, speedboat tiba-tiba berbelok mendadak ke pinggir sungai sebelah kanan dari arah Perairan PU mengarah Palembang. Speedboat pun menabrak pohon Pedado (sejenis pohon air) yang berada di pinggir sungai sehingga membuat badan kapal hancur," ungkapnya.
Supriyadi, Kadishub Banyuasin, mengatakan, jumlah penumpang belum tahu ada yang turun di Simpang PU.
"Kalau mengacu dari Basarnas 20 orang artinya 7 meninggal, 3 hilang, dan 10 luka-luka," ucapnya.
Ia menuturkan, kapal cepat Awet Muda itu sebelumnya juga pernah mengalami kecelakaan serupa yang juga menewaskan 13 orang di perairan Sungai Musi beberapa waktu lalu.
"Untuk kecelakaan kali ini, kita sulit mencari tahu penyebab dan tersangka karena serang dan kernet meninggal. Pemiliknya ialah serang tersebut," kata dia.
Bupati Banyuasin, Askolani, menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam, dan telah memerintahkan Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan BPBD Kesbangpol untuk melakukan tindakan tanggap darurat, berkoordinasi dengan pihak terkait basarnas dan Polres Banyuasin.
"Semua pihak telah kita kerahkan saat ini untuk ke lokasi. Kita juga akan siapkan bantuan untuk para korban dan keluarganya," tandasnya. (OL-1)
Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan perbaikan pada ruas Jalan Daan Mogot Kilometer 12, tepatnya di kawasan Jembatan Gantung, Jakarta Barat
Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved