Jumat 15 Maret 2019, 13:55 WIB

780 Ton Karet dan Lada Babel Diekspor ke Tiga Negara

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
780 Ton Karet dan Lada Babel Diekspor ke Tiga Negara

MI/Rendy Ferdiansyah

 

BALAI Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Pangkalpinang melaksanakan pelepasan ekspor Komonditas Karet dan lada ke Negara Tiongkok, Pakistan dan Prancis seberat 780 ton, Jumat (15/3).

Kepala Balai Karantina Pangkalpinang, Syaifudin Zuhri, mengatakan pelepasan ekspor karet dan lada ini dari dua Perusahaan yakni PT Fajar Berseri dan PT Makro Jaya Lestari.

Ia menyebutkan jumlah karet lempengan dan lada biji yang diekspor ke tiga negara itu sebanyak 780 ton dengan rincian, PT Fajar Berseri ke Tiongkok 605 ton karet dan Pakistan 160 ton.

"Untuk Tiongkok ini nilainya Rp10 miliar lebih, ke Pakistan 160 ton nilainya Rp2 miliar, sedangkan PT Makro Jaya Lestari Lada Biji sebanyak 15 ton nilai komonditas Rp900 juta, sehinga total keseluruh 780 ton Rp14,6  miliar," kata Syaifuddin, Jumat (15/3).

Ia menjelaskan 780 lada dan karet yang akan di eksport dimuat dalam 39 kontainer. Pada hari ini secara simbolis dilepas 11 kontainer.

"Total ada 39 kontainer tapi yang kita lepas secara simbolis 11 kontainer, yang lain sudah berada di pelabuhan," ujarnya.

 

Baca juga: Gubernur Minta Ekspor Lada dari Pelabuhan Babel

 

Kegiatan ini menurutnya adalah Program Agro Gemilang 2019 (Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa) pelepasan ekspor kononditas pertanian karet lempengan dan lada biji.

Ia menambahkan pada tahun 2018 lada biji telah di ekspor kebeberapa negara Singapura, Jerman, Belanda, Prancis, India, Vietnam, Taiwan, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Oman, dengan volume 2.601 ton frekuensi 193 kali nilai ekonomis.

"Pada 2017 lalu ekspor lada kita 2.508 ton, sedangkan untuk karet 15.604 ton, jika dibandingkan dengan 2018 untuk karet terjadi peningkatan 93 ton," ungkap  dia.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Pusat Karantina  Hewan dan Keamanan Hewan Agus Sunanto.  Agus mengharapkan, ekspor ini didukung bersama.

"Apa yang terjadi kendala atau sumbatan sampaikan ke pusat. Jika ada kendala tolong  sampaikan, eskpor ini harus kita dukung bersama," kata Agus.

Staf Ahli Gubernur Bidang kemasyarakatan dan SDM, Toni Batubara mengatakan harga lada, karet dan sawit mandiri di tingkat petani masih belum layak. Menurutnya, petani hanya sebagai pekerja, sementara yang menikati hasil bukan petani mereka yang bermain di pasar panen.

"Ke depan, semua kita membantu petani kita agar program yang dihasilkan bisa dinikmati bersama-sama," kata Toni.

Ia menambahkan, Babel  paling sedikit eskpor lada berdasarkan data 30 ribu ton per tahun.

"Akan tetapi yang tercatat di Diperindag data ekspor kita 6 ribu ton sisanya kemana. Lada kita keluar lewat provinsi lain, tanpa ada data di kita, kedepan tidak boleh terjadi," ucapnya. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/John Lewar

Kejati Diminta Tetapkan Tersangka Sengketa Lahan di Labuan Bajo

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 30 November 2020, 15:12 WIB
Kejati NTT diminta segera menetapkan tersangka kasus sengketa lahan sekitar 30 hektare (ha) di Keranga/Toro Lemma Batu Kallo di Kelurahan...
 ANTARA/Siswowidodo

Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total

👤Bagus Suryo 🕔Senin 30 November 2020, 14:55 WIB
Aktivitas Gunung Semeru mulai meningkat. Pendakian ke puncak ditutup...
 ANTARA/Anis Efizudin

UMK Temanggung Naik 3,78%, Pengusaha Bisa Ajukan Keberatan

👤Tosiani 🕔Senin 30 November 2020, 14:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah sudah memutuskan besaran UMK Kabupaten...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya