Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Warga di Tasikmalaya Keluhkan Saldo BPNT Kosong

Kristiadi
12/3/2019 20:25
Warga di Tasikmalaya Keluhkan Saldo BPNT Kosong
(DOK KEMENSOS )

SEJUMLAH warga di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengaku baru menerima satu kali pencairan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yakni pada November 2018. Padahal, warga lainnya selama ini telah mendapatkan empat kali.

"Untuk mendapatkan pencairan itu, secara langsung mendatangi e-waroeng untuk mencairkannya, tetapi setiap kali menggesek kartu ke mesin yang disediakan saldo selalu tidak ada," keluh Ika Rustika, 45, Selasa (12/3).

Ika mengatakan dirinya berharap agar saldo selama tiga bulan lalu bisa dicairkan. Bantuan tersebut sangat berarti untuk meringankan beban sehari-hari. Ia sangat kecewa ketika mendatangi e-waroeng, baik dalam kondisi hujan atau panas, ternyata saldo BPNT miliknya tetap nihil.
 
"Selama ini memang masyarakat penerima ada yang sudah tiga kali menerima bantuan itu di bulan November dan Desember hingga dari mereka menanti pencairan satu kali lagi, agar semuanya rata menerima empat kali. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk sehari-hari tetapi dengan saldo kosong itu warga terpaksa harus membeli beras seharga Rp11.500 per kilogram," ujar Ika.

Pemilik e-waroeng Nurul Latifah di Desa Mekarwangi, Abay, 33, mengatakan selama ini jumlah penerima BPNT sebanyak 175 orang dan sekarang ini tinggal 10 orang lagi belum bisa mencairkan saldo di Januari. Masyarakat yang belum mencairkan saldonya itu hampir setengahnya menemui saldo yang kosong.

Meski begitu, berangsur saldo mereka terisi dan kini tinggal beberapa orang lagi. "Untuk sekarang ini ada 10 orang yang belum menerima saldo di bulan Januari, di antaranya selalu mengalami gangguan. Mereka sama sekali belum bisa mencairkan sejak BPNT ini diberlakukan dan tentunya ketika melakukan pengecekan di mesin EDC selalu mengalami error," terang Abay.

Asisten Manajer Kantor Cabang BRI Tasikmalaya Yusuf Qodar menjelaskan, BPNT ini melibatkan perbankan lainnya, yakni BNI sebagai pengirim dana ke BRI. Kemudian, BRI sebagai pengelola rekening para penerima untuk pencairan bantuan tersebut.

Menurut Yusuf, permasalahan bisa terjadi di BNI atau BRI akibat jaringan sistem yang bermasalah atau BNI belum menyampaikan data e wallet Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT ke BRI pusat.

"Jika masalah di BRI langsung diselesaikan, tapi (bila masalah) pada data penerima seperti saldo, nama, atau transaksi, tentunya itu harus membuat laporan permasalahan oleh TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) kepada BRI untuk dilaporkan secepatnya ke BRI pusat. Kami selama ini hanya bisa bertugas sebagai pengelola rekening sampai penyedia alat transaksi pencairan BPNT bagi masyarakat," pungkas Yusuf. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya