Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 73 ekor sapi milik warga di sembilan kelurahan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mati tersetang penyakit jembrana sejak dua bulan terakhir.
Kepala Bidang Peternakan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Perintah Kabupaten Mukomuko, Warsiman di Bengkulu, mengatakan, sedikitnya 73 ekor aapi milik warga mati diduga akibat serangan penyakit Jembrana.
"Jumlah sapi milik warga disembilan kelurahan di Kecamatan Mukomuko, yang mati mulai Januari hingga awal Maret 2019 mencapai 73 ekor sapi karena dilepasliarkan pemiliknya," katanya.
Penyakit jembrana, lanjut dia, akan terus menular kepada sapi milik masyarakat yang ada di daerah tersebut walaupun petugas kesehatan hewan yang ada di Kabupaten Mukomuko, terus melakukan vaksin dan pengobatan terhadap ternak sapi yang terserang jembrana.
Namun hal itu bukan menjadi jaminan penyebaran penyakit dapat dihentikan.
Saat ini, upaya yang dilakukan selain sapi mendapatkan vaksin dari Dinas Peternakan kabupaten setempat juga meminta pemilik ternak jangan melepasliarkan ternaknya.
"Jika ada indikasi penyakit yang menyerang agar segera mungkin dilaporkan sehingga pihaknya bersama petugas kesehatan hewan akan langsung turun ke lapangan untuk mengambil langkah pencegahan dan pengobatan," imbuhnya.
Baca juga: Sapi Mati Mendadak bukan Antraks
Puluhan ekor sapi yang mati disembilan kelurahan di Kecamatan Mukomuko yakni, Pasar Mukomuko, Bandar Ratu, Koto Jaya, Ujung Padang, Tanah Rekah, Pasar Sebelah, Pondok Batu, Selagan Jaya, dan Tanah Harapan.
Cik Buyung, 52, warga Kelurahan Pasar Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengatakan, penyakit jembrana terus menyerang ternak sapi di Kecamatan Mukomuko sehingga sudah puluhan ekor sapi mati.
"Peternak sapi sudah diingatkan agar jangan melepasliarkan ternak dan segera melakukan vaksin agar dapat mengurangi penularan penyakit jembrana," katanya.
Penyakit jembrana merupakan penyakit menular akut pada sapi Bali yang disebabkan oleh virus Retrovirus merupakan keluarga lentivirinae yang termasuk dalam famili retroviridae.
Serangan pada ternak sapi Bali, ditandai dengan berbagai gejala seperti depresi, anoreksia, demam, perdarahan ekstensif di bawah kulit, dan kebengkakan kelenjar limfe, terutama limfoglandula prefemoralis dan preskapularis.
Selain itu, disertai adanya diare berdarah, ditemukan juga pada banyak kasus penyakit yang disertai perdarahan kulit sehingga penyakit ini juga disebut sebagai penyakit keringat darah. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved