Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Luapan Bengawan Solo Genangi 5 Kecamatan di Tuban

M Yakub
08/3/2019 18:40
Luapan Bengawan Solo Genangi 5 Kecamatan di Tuban
(MI/M. Yakub)

TIDAK hanya di Bojonegoro, banjir luapan sungai Bengawan Solo juga telah mengenangi 5 kecamatan di Kabupaten Tuban, Jatim, Jumat (8/3) pagi. Ini setelah permukaan Bengawan di kawasan setempat berstatus siaga kuning atau siaga II.

Sedikitnya 1.300 hektare (ha) lahan pertanian di lima kabupaten setempat terendam banjir dengan ketingian hingga 1 meter. Lima kecamatan itu Kecamatan Soko, Parengan, Rengel, Soko, Plumpang, dan Widang.

Pantauan Media Indonesia menunjukkan dari lima kecamatan tersebut, kawasan terdampak banjir terparah berada di Kecamatan Rengel. Dengan luasan lahan sekitar 1.000 ha di delapan desa. Desa itu meliputi Desa Bulurejo, Karangtinoto, Tambakrejo, Kanorejo, Ngadipuro, Rengel, Maibit, dan Sawahan.

"Air mulai masuk permukiman warga sejak sore kemarin," kata Nadri, warga Karangtinoto, pada Jumat (8/3) pagi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Rumah warga masih aman karena dibangun dengan perkiraan ketinggian
yang memadai. "Hampir sebagian besar rumah warga sudah dibangun tinggi. Karena, di sini langganan banjir tahunan," tambah Suwarjo, warga Tambakrejo.

Dikatakannya, hampir sebagian besar lahan persawahan di 8 desa Kecamatan Rengel itu terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter. Lahan tersebut, kata dia, sebagian ada tanaman padinya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono menyatakan, data sementara banjir luapan Bengawan Solo melanda 4 kecamatan di sepanjang bantaran sungai, yaitu Kecamatan Soko, Rengel, Soko, Plumpang, dan Widang.

Luasan genangan mungkin akan meningkat. Ini seiring makin naiknya permukaan sungai Bengawan Solo akibat tingginya debit air dari hulu. Terlebih, pada beberapa kawasan di hulu sungai juga dalam status siaga merah atau siaga III banjir.

"Pengamatan sore ini genangan naik kembali. Dan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi," ujar Joko.

Meski demikian, tim BPBD Tuban sudah mendirikan tenda siaga darurat di Kecamatan Rengel dengan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk antisipasi kondisi darurat. Tim juga dilengkapi  dengan 3 unit perahu karet dan 2 kendaraan untuk mobilitas. BPDB tengah melakukan pendataan sejauh mana dampak bencana yang terjadi. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya