Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Gubernur Sulawesi Selatan dua periode, Syahrul Yasin Limpo, yang kini menjabat Ketua DPP NasDem Bidang Otonomi Daerah, memenuhi panggilan Bawaslu Sulsel. Ia memberikan klarifikasi terkait video 15 camat yang bersama dirinya mendukung salah satu calon presiden.
Seusai diperiksa selama 1,5 jam, Syahrul langsung memberi keterangan dan menegaskan video tersebut adalah hasil editan. Ia membantah pernah melakukan hal yang ada dalam video tersebut.
"Tidak ada pikiran membuat video berlebihan seperti itu. Karena saya tidak mengetahui itu. Jadi saya happy-happy saja ber-selfie dengan camat, tapi ada di antaranya yang merekam video. Jadi saya dengan camat hanya sampai batas itu. Terkait yang lain itu editing menurut saya, dan silakan diperiksa," kata Syahrul, di kantor Bawaslu Sulsel, Senin (4/3).
Syahrul bahkan mengaku tidak tahu pasti kapan video tersebut diambil. Jika ada, hanya untuk dokumentasi pribadi. "Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba ada masalah. Dan saya yakin, orang tidak berani berbuat langsung di muka saya, dan saya enak saja diam. Tidaklah!" tegasnya.
Sayangnya, saat ditanya penggambilan video tersebut pada kegiatan apa, Syahrul lagi-lagi mengaku tidak tahu persis. "Aku enggak tau video itu seperti apa," tandasnya.
Tapi kemudian Syahrul menguraikan bahwa setelah 25 tahun pernah menjabat sebagau kepala daerah, tentu dirinya kenal dengan semua camat. "Sama dengan kamu, lama tidak ketemu, mereka (camat) bekas anak asuh saya. Begitu ketemu ayo video bareng, saya SYL dan bla bla bla. Tapi video itu tidak dalam satu momen," urainya.
Soal rencana melaporkan pembuat dan yang mengedit video itu, Syahrul menyerahkan sepenuhnya pada 20 pengacara yang mendampinginya saat diperiksa Bawaslu Sulsel. Ketua tim kuasa hukum Syahrul Yasin Limpo, Yasser S Wahab mengatakan hal yang sama dengan Syahrul. Hanya saja, pihaknya belum berpikir untuk melaporkan hal itu ke ranah pidana.
"Kami di sini hanya dalam kapasitas memberi klarifikasi. Tadi Pak Syahrul menjawab 15 pertanyaan dari Gakkumdu Bawaslu Sulsel. Memang Pak Syahrul bertemu dengan camat tapi terpisah dan tidak dalam kondisi seperti di video. Tapi terkait pembuktian bukan ranahnya kami. Itu ranah penyidik. Untuk pidana kami wait and see, kalo merugikan, kemungkinan kami larikan ke pidana," urai Yasser.
Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi menjelaskan Syahrul diundang sebagai terlapor. Dari 14 laporan yang masuk, dua di antara terlapor adalah Syahrul. "Sekarang masih tahap pemeriksaan saksi. Jadi masih tahap pengumpulan keterangan, baru nanti pembahasan kentahap dua. Nanti juga akan meminta perrtimbangan ahli pidana dan tatanegara," terang Arumahi.
Arumahi mengatakan mereka dalam hal ini pihak Gakumdu, tidak masuk ke wilayah video palsu atau tidak, tapi fokus pada pelanggaran pemilu. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved