Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya kembali mengingatkan adanya cuaca ekstrem di 14 kabupaten/kota Se- Kalteng.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul terjadinya hujan lebat Senin (26/2) sore selama 2 jam yang disertai petir sehingga membuat sejumlah wilayah di Palangka Raya terendam air.
"Tanggal 22 Februari lalu kita sudah buat surat peringatan bahwa akan terjadi hujan lebat yang disertai petir," Kata Prakirawan Cuaca BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya Roland Gineri kepada wartawan, di Palangka Raya, Selasa (26/2).
Pada hari ini, kata Generi, pihaknya kembali memperbaharui surat peringatan itu untuk dua hari ke depan.
"Karena seperti hari kemarin, Senin (25/2) hujan sangat deras disertai petir terjadi di Kota Palangka Raya. Hal ini membuat sejumlah tempat menjadi tergenang," ujarnya.
Untuk diketahui, hujan deras yang disertai angin ribut yang terjadi Senin (25/2) sore itu membuat sejumlah komplek perumahan dan jalan protokol terendam banjir dengan ketinggian antara 50-100 cm.
Banjir yang diduga karena jeleknya sarana drainase dalam kota itu juga mengakibatkan kemacetan disejumlah titik.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Tumbangkan Puluhan Pohon di Kota Malang
Dijelaskan Roland Generi, banjir yang terjadi kemarin itu terjadi karena pertumbuhan hujan sudah terlihat sejak pagi hari di Palangka Raya dengan tinggi nya temperatur cuaca dan terjadinya penguapan.
"Hujan yang terjadi kemarin dengan intensitas sangat lebat disertai petir yakni di atas batas normal 100 mililiter, sementara normalnya 50 mililiter," jelas dia.
Ia menegaskan kondisi hujan deras ini kembali akan terjadi terutama di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur,Seruyan dan wilayah di sekitarnya.
"Untuk itu kami minta warga untuk waspada jika terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi," harap Roland.
Sementara itu untuk tinggi gelombang yang terjadi saat ini di perairan Provinsi Kalimantan Tengah hanya berkisar antara 1 hingga 1,5 meter.
Mmenurut dia, cuaca ekstrem tersebut bukan karena pancaroba namun masih pada siklus musim hujan. Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk tetap harus waspada dengan curah hujan dan petir. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved