Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA titik di ruas jalur pantai utara (pantura) Pekalongan-Semarang masih menjadi titik rawan kemacetan.
Pasalnya, kendaraan angkutan barang masih memenuhi jalan nasional, seperti di Wiradesa dan Jalan Slamet (Pekalongan), Alun-Alun-Pasar Batang, Cepiring-Kendal Kota, Mangkang-Krapyak, dan Kaligawe-Genuk (Semarang).
Demikian juga ke pantura timur Jawa Tengah. Ketersendatan arus lalu lintas sebagian diwarnai angkutan barang. Pemandangan tersebut terlihat hampir setiap hari di ruas Pasar Sayung, Demak, memasuki jembatan Tanggulangin, Kudus, dan keluar dari Lingkar Kudus.
"Saya memilih lewat jalur nasional karena lebih menguntungkan meskipun perjalanan lebih lama 4-6 jam," kata Asmuni, 45, sopir truk barang dari Kudus tujuan Tegal saat ditemui di Lingkar Demak, Jawa Tengah.
Hal senada diungkapkan Thamrin, 48, sopir truk asal Malang, Jawa Timur, yang ditemui ketika tengah beristirahat di Weleri, Kendal, Jawa Tengah. Thamrin mengaku memilih jalan nasional karena jika melewati tol Malang-Jakarta, ia harus merogoh kocek Rp1 juta.
"Jika lewat jalan nasional, saya bisa lebih banyak bawa pulang uang daripada untuk bayar tol," imbuh Thamrin.
Keuntungan lain melintas di jalan nasional, kata dia, sopir dapat berhenti atau beristirahat dengan sesuka hati.
Meskipun demikian, pilihan jalan nasional bukan harga mati. "Jika tarif Tol Trans-Jawa lebih ringan dan fasilitas khusus untuk pemberhentian truk ada, saya tertarik untuk melintasi tol," cetus Thamrin.
Sementara itu, seorang sopir truk angkutan barang asal Brebes, Jawa Tengah, Aris Diar Iskandar, 35, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang berencana menyubsidi tarif Tol Trans-Jawa. "Saya senang mendengar kabar itu. Semoga tarif tolnya bisa terjangkau dan waktunya tentu lebih cepat," ujar Aris, kemarin.
Aris menuturkan paling tidak tiga kali dalam sebulan dirinya mengangkut barang dari Brebes ke Jakarta, terutama bawang merah. (Akhmad Safuan/Supardji Rasban/X-4)
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan tol dalam menghadapi periode mudik Lebaran 2026
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah jangan hanya terpaku pada jalan tol saat arus mudik Lebaran 2026. Perbaikan jalan arteri yang layak dapat menjadi alternatif.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono memprediksi ada 1,6 juta kendaraan meninggalkan dan memasuki wilayah Jabotabek melalui Jalan Tol Jasa Marga di libur Imlek 2026.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved