Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN pemungutan suara Pemilu pada 17 April mendatang, khususnya di Kabupaten Karangasem, Bali, bakal berjalan dengan dua opsi skenario. Hal itu demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Agung.
Pasemetonan/Persaudaraan Jagabaya Gunung Agung (Pasebaya Agung) melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem merencanakan kedua skenario yang terkait dengan lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Pertama, skenario 6 kilometer, dan kedua, skenario 12 km.
Sekretaris Pasebaya Agung, Wayan Suara Arsana mengatakan dalam koordinasi tersebut dibuat kesepakatan (MoU) dengan desa terdampak dan desa penyangga. Dengan demikian memudahkan dalam penempatan TPS bila terjadi dalam keadaan darurat.
Dalam pemetaan, untuk radius 6 km yang meliputi 16 desa terdampak sudah disiapkan TPS darurat yang dikoordinasikan oleh kepala dusun dan panitia pemungutan suara (PPS) di tiap desa terdampak dan desa penyangga.
"Intinya Pasebaya Agung siap membantu pemerintah dalam hal ini BPBD dan KPU dengan kemampuan berskala lokal," ujar Suara Arsana saat menerima kunjungan Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin di Posko Induk Pasebaya Agung, Selasa (12/2).
Terkait dengan kendala yang dihadapi Pasebaya Agung dalam operasional, Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin, menyatakan akan mengupayakan memenuhi kebutuhan Pasebaya Agung dalam keperluan penyebarluasan informasi lewat internet. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Bali untuk pemasangan wifi internet.
Pasebaya Agung ini adalah organisasi berbasis kearifan lokal dalam kegiatan edukasi, mitigasi, serta informasi pengurangan risiko bencana sejak terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Agung. Pasebaya ini beranggotakan 28 kepala desa yang berada di lingkar Gunung Agung dengan radius 12 km sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Perkembangan Gunung Agung hingga saat ini masih status siaga (level III). Dari pengamatan visual, Selasa (12/2) pukul 00:00 - 06:00 Wita, tampak terpantau asap kawah betekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dengan tinggi 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved