Headline
Dalam suratnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi.
Dalam suratnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi.
Tidak semua efek samping yang timbul dari sebuah tindakan medis langsung berhubungan dengan malapraktik.
GUNUNG Merapi masih terus meluncurkan guguran. Pada pukul 18.28 WIB, akun Twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta kembali merilis aktivitas guguran awan panas. Status Gunung Merapi masih dinyatakan Waspada.
"Awan panas guguran teramati di Gunung #Merapi pukul 18.28 WIB, dengan jarak luncur ± 2 km ke arah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik. #statuswaspada," tulis akun resmi BPPTKG @BPPTKG (https://t.co/1RFKkWvKww), Kamis (7/2) petang.
Baca juga: Ganjar Pastikan segera Benahi Jalur Evakuasi Merapi
BPPTKG juga memberikan informasi, awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu. Warga di lereng Gunung Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Akun tersebut juga mengumumkan, berdasarkan laporan pengamatan guguran Gunung Merapi pada 07/02/2019 periode 12.00-18.00 WIB. Berdasarkan data seismik, jumlah guguran 32 kali dengan durasi 12-157 detik. (OL-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved