Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir di beberapa daerah di pantura belum teratasi. Gelombang pengungsian kembali terjadi di Pati dan Kudus. Di Pekalongan dan Batang, ribuan pengungsi masih bertahan hingga bantuan terus mengalir.
Pemantauan Media Indonesia, Selasa (29/1), ribuan pengungsi di Pekalongan masih bertahan di beberapa titik lokasi pengungsian. Banjir yang melanda di daerah itu masih tetap tinggi dan cuaca mendung serta hujan menjadikan mereka belum dapat pulang ke rumah.
Ribuan nasi bungkus yang berasal dari dapur umum terus didistribusikan baik di lokasi pengungsian maupun di perkampungan warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Distribusi bantuan lain seperti obat-obatan dan pakaian pantas pakai pun datang dari berbagai pihak.
Banjir di Pekalongan tidak hanya dipicu hujan lebat hingga mengakibatkan beberapa sungai yakni Sungai Bremi, Sungai Loji dan Sungai Benger yang meluap. Banjir juga akibat air laut pasang (Rob) hingga tercatat 70% wilayah terendam banjir seperti Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Selatan.
"Kita telah turunkan bantuan kepada korban banjir baik yang ditampung dibeberapa lokasi pengungsoan naupun yang masih bertahan di rumah," kata Kepala Program Disaster Emergency and Response - Aksi Cepat Tanggap (DER-ACT) Jawa Tengah Giyanto.
Para korban banjir di Pekalongan, kata Giyanto, tidak hanya masih membutuhkan bahan makanan sisp saji, tetapi juga obat-obatan karena sudah mulai terserang penyakit. Mereka juga membutuhkan air bersih karena banjir terutama dari limpahan Sungai Bremi yang kotor akibat buangan limbah pabrik, dan drainase di perkampungan juga tidak lancar.
Baca juga: Banjir di Wilayah Pantura Meluas
Di Batang, banjir disebabkan pendangkalan beberapa sungai dan tidak mengalirnya drainase. Banjir juga masih merendam belasan desa dan kelurahan di Kecamatan Batang, Kecamatan Banyuputih dan Kecamatan Tulis.
Di Kecamatan Batang daerah terdampak paling parah yakni Kalipucang Kulon, Kalipucang Wetan, Denasri Kulon, Kasepuhan, Watesalit,Proyo Utara, Karangasem Utara, Karangasem Selatan, di Kecamatan Banyuputih paling parah di Dukuh Celeng, Desa Kedawung serta di Kecamatan Tulis daerah terdampak Dukuh Sawahan Desa Tulis.
Bupati Batang Wihaji mengatakan selain tingginya curah hujan di daerahnya, banjir di Batang ini terjadi akibat pendangkalan sungai dan alih fungsi lahan. Hal ini harus segera diatasi karena jika tidak maka banjir akan terus terjadi setiap tahun.
"Sungai adalah kewenangan Pemrov Jateng maka akan segera dikoordinasikan untuk normalisasi," tambahnya.
Arus Pengungsi
Sementara itu jika sebelumnya banjir meluas belum terjadi pengungsian. Namun akibat banjir yang kian meninggi di Kabupaten Kudus dan Pati membuat arus pengungsian mulai terjadi. Ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena terendam hongga 70 centimeter tidak lagi dapat ditempati.
Di Pati banjir masih merendam beberapa desa di Kecamatan Dukuhseti dan Kayen. Gelombang pengungsian mulai meninggalkan kampung untuk mencari lokasi aman. Penungsi berasal di Desa Srikaton, Kecamatan, Kayen yang 80% terendam banjir. Akibatnya sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka terendam hingga mencapai 50 centimeter.
"Banjir terus meninggi sehingga sebagian warga kami terpaksa dievakuasi meninggalan rumah untuk mengungsi ke rumah saudara atau kerabat di desa lain yang tidak kebanjiran," kata Perangkat Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati Ali Zamroni
Demikian juga di Kabupaten Kudus saat banjir yang merendam beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu, Jati dan Mejono juga terus meninggi. Pengungsi mulai berdatangan di lokasi yang telah disiapkan yakni Aula Kecamatan Kaliwungu, gedung PGRI Kaliwungu, Gedung JHK Kaliwungu, Aula Balai Desa Garung Lor dan Aula Balai Desa Prambatan Lor.
Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan segera mungkin melakukan penanganan banjir yang nerendam beberapa kecamatan tersebut. Pada tahap pertama ialah penanganan korban banjir termasuk penyaluran bantuan dan penyediaan logistik serta perlengkapan evakuasi dan lokasi pengungsian.
Setelah, lanjut Tamzil, pihaknya mengupayakan penanganan banjir. Hal itu yakni mengalirkan genangan ke beberapa titik serta tahap selanjutnya lakukan normalisasi beberapa sungai seperti Sungai SWD Jadi Solusi Banjir di Karangturi, Piji dan Dungai Mangin serta lainnya.
"Kita tangani dulu korban banjir untuk segera mendapat pertolongan," imbuhnya. (OL-3)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadirkan langsung pimpinan KPK untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para kepala daerah dan DPRD di wilayahnya.
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
KAPOLDA Jawa Tengah (Jateng), Ribut Hari Wibowo, memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama libur Lebaran 2026 di wilayahnya hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Rabu (1/4) pagi membuat ruas jalan di daerah itu tergenang air sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved