Selasa 29 Januari 2019, 10:35 WIB

Polisi: Satu Balita Diduga Tewas dalam Kebakaran di Puttussibau

Antara | Nusantara
Polisi: Satu Balita Diduga Tewas dalam Kebakaran di Puttussibau

Ilustrasi

 

KAPOLRES Kapuas Hulu AKBP Handoyo mengatakan satu anak usia lima tahun diduga tewas dalam peristiwa kebakaran di Pasar Merdeka Putussibau.

"Korban jiwa diperkirakan satu orang anak atas nama Jeripen usia lima tahun jenis kelamin laki - laki dan sampai saat ini belum ditemukan," kata Handoyo dihubungi Antara di Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Selasa (29/1).

Dijelaskan Handoyo, berdasarkan keterangan Ita Ratnasari (ibu korban), sebelum peristiwa kebakaran dirinya pergi meninggalkan anaknya di dalam kamar dan dikunci dari luar untuk membeli makanan.

Keduanya, kata Handoyo, menginap di sebuah penginapan kamar nomor 09, yang berada di komplek Pasar Merdeka Putussibau.

"Ibu dan anak itu berasal dari Desa Riam Piyang, Kecamatan Bunut Hulu," ucap Handoyo.

Disampaikan Handoyo, atas keterangan tersebut pihaknya masih berupaya mencari korban jiwa yang diperkirakan tertimbun di puing - puing kebakaran.

"Kami masih berupaya mencari dan evakuasi korban serta melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran," kata Handoyo.

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran di Tomang

 

Menurut dia, kebakaran yang terjadi sekitar Senin (28/1) pukul 22.10 WIB menghanguskan delapan ruko, lima rumah serta satu unit Yayasan Bhakti Suci Putussibau yang terbakar pada bagian atap.

Adapun pemilik ruko dan rumah yang terbakar yaitu empat ruko milik Acung yang dihuni oleh Mistake sebanyak dua pintu dan Adong serta Among, kemudian empat ruko lagi dihuni Hasan, Acan Abi, Among Wijaya dan Stepanus Apo.

Selain itu, lima unit rumah dihuni oleh Nawar, Atit, Apoy dan Akhiong, serta satu unit ruko Yayasan Bhakti Suci Putussibau (terbakar bagian atap).

"Sumber api diperkirakan bermula dari penginapan milik Nawar, yang kemudian api membesar dan menghanguskan bangunan ruko dan rumah yang berada disekitarnya," jelas Handoyo.

Menurut dia, api memang cukup sulit dipadamkan karena keterbatasan mobil pemadam kebakaran serta air dalam mobil tangki pemadam kebakaran, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB.

Dia menyampaikan petugas gabungan yang turut serta memadamkan api yaitu kepolisian, TNI, Sat Pol PP, petugas pemadam kebakaran Yayasan Bhakti Suci, Tagana Kapuas Hulu, Pramuka dan warga sekitaran Putussibau.

Atas peristiwa kebakaran itu, Handoyo mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk lebih waspada dan berhati - hati agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA

Petani Garam Tradisional di Pantura Lamongan Gagal Panen Akibat Cuaca Buruk

👤M Yakub 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:23 WIB
PETANI garam konvensional di Kabupaten Lamongan, Jatim, mengalami gagal panen akibat cuaca...
ANTARA

Enam Bulan Terakhir, Polres Labuhanbatu Sita 25 Kg Sabu

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:17 WIB
Kepala Polres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti mengatakan sepanjang enam bulan terakhir pihaknya telah menyita lebih dari 25 kilogram...
DOK MI

Sepanjang 2022, Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp19,417 Triliun

👤Lina Herlina 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:12 WIB
PERIODE Januari-Juli 2022, nilai ekspor Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan 57,17%, dengan total nilai sebesar US$1,329 miliar atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya