Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN disertai angin kencang dan petir melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Senin (28/1). Sambaran petir menyebabkan dua anak di Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru tewas.
Peristiwa itu terjadi Senin (28/1) petang. Ada tiga anak yang berteduh di bawah pohon di pinggir lapangan usai bermain sepak bola saat petir menyambar.
Ketiga anak naas ini masing-masing berinisial MSS,9, MR,9 dan R,12. Ketiganya adalah pelajar Sekolah Dasar dan anggota tim sekolah sepak bola setempat (SSB).
Dalam peristiwa itu, MSS dan MR meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, sedangkan R selamat.
Kepala Polsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob mengatakan tiga anak yang tersambar petir itu sedang berteduh di pinggir lapangan sepak bola tepat di bawah pohon. Kuat dugaan ponsel yang menyala menjadi pemicu sambaran petir tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud, Selasa (29/1), menyatakan prihatin atas peristiwa ini dan menghimbau masyarakat agar berhati-hati karena kondisi cuaca buruk saat ini.
"Beberapa wilayah seperti Banjarbaru dan Kabupaten Banjar memang rawan peristiwa petir ini dan sebelumnya juga pernah yang menyebabkan korban meninggal," tuturnya.
Dikatakan Wahyudin, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah menerbitkan imbauan agar mewaspadai ancaman bencana saat musim penghujan.
Saat ini, Kalsel berada dalam status darurat siaga bencana musim penghujan berupa banjir, tanah longsor, angin kencang dan rob.
Tidak hanya di daratan himbauan waspada juga ditujukan kepada masyarakat nelayan dan pelayaran karena kondisi gelombang tinggi di perairan.
Sehari sebelumnya, angin kencang menyebabkan puluhan rumah rusak di wilayah Kecamatan Daha Selatan dan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai
Selatan. BPBD Hulu Sungai Selatan mencatat angin puting beliung merusak 35 rumah masing-masing di Kecamatan Daha Selatan 14 buah dan di Kecamatan Daha Utara 21 rumah.
Kepala BPBD Hulu Sungai Selatan M Efran mengatakan rumah-rumah warga yang rusak, sebagian besar atapnya terlepas, akibat hantaman angin puting beliung. Warga korban bencana ini sudah mendapatkan bantuan dari Dinas Kesejahteraan Sosial, dan ‎BPBD setempat. Beberapa waktu lalu bencana angin puting beliung juga melanda wilayah Kabupaten Barito Kuala. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved