Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengerahkan seluruh kekuatan menuju lokasi longsor yang menelan korban jiwa dan materi di Banjar Jati Tuhu Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali.
Plt Sekretaris BPBD Bali Made Rentin menjelaskan, BPBD Bali langsung menuju lokasi dengan seluruh perlengkapan dan personel untuk mengevakuasi para korban.
"Semalam sudah diberangkatkan beberapa peralatan dan tim. Pagi ini kami berangkatkan tambahan tim reaksi cepat 10 orang, 1 dokter, 4 perawat, 3 tenaga operator, 1 unit ambulance yang lengkap dengan peralatan medisnya," ujarnya di Denpasar, Senin (28/1).
Menurut Rentin, dalam perjalan menuju Karangsem, tim terus berkoordinasi dengan tim yang ada di lokasi longsor. Hasil koordinasi dengan BPBD Karangasem dijelaskan bahwa semua korban sudah berhasil ditemukan baik dalam keadaan meninggal dunia maupun korban luka-luka.
Baca juga: Ribuan Rumah Terendam di Batang
Evakuasi terakhir baru selesai menjelang dinihari tadi. Beberapa korban luka ringan bahkan sudah kembali ke rumah sanak saudaranya dan yang luka berat masih dirawat di RSUD Amlapura Karangasem.
"Hasil koordinasi bahwa, tim dari BPBD Provinsi Bali bertugas untuk mengevakuasi barang-barang penting milik warga yang masih bisa diselamatkan di lokasi longsor. Lokasi itu hanya bisa masuk 4 kendaraan khusus yang bisa bermanuver dengan baik. Kendaraan BPBD Bali bisa melakukan itu karena punya kemampuan untuk itu," ujarnya.
Longsor yang menelan korban jiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/1) tengah malam. Lokasinya ada di Banjar Dinas Jati Tuhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, kabupaten Karangasem.
Peristiwa itu menyebabkan dua orang meninggal di lokasi yakni Ni Ketut Puspa Wati, 28. Sementara satu korban lagi meninggal di Puskesmas Kubu I setelah sempat dirawat yakni Ni Komang Mertini, 19.
Sementara 12 orang lainnya mengalami luka-luka baik luka berat maupun luka ringan. Korban yang mengalami luka berat ada 4 orang dan saat ini dirawat intensif di RSUD Karangasem.
Pemkab Karangasem sudah mengerahkan seluruh kekuatan dari berbagai instansi terkait seperti BPBD Karangasem, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polri, TNI, Basarnas dan sebagainya.
Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipta saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya longsor.
"Saya sudah berada di TKP sejak tadi pagi pukul 06.00 Wita. Saya memantau langsung upaya evakuasi terutama barang-barang yang tersisa. Sementara untuk korban, semuanya juga sudah dievakuasi tadi pagi juga. Kita mengutamakan keselamatan jiwa dulu. Nanti tim tetap melakukan evakuasi terhadap barang-barang milik korban," ujarnya.
Hujan deras melanda Pulau Bali beberapa hari terakhir menyebabkan tanah yang berada di sekitar tebing menjadi labil. BPBD baik provinsi maupuan kabupaten dan kota sudah mengimbau agar masyarakat yang berada di sekitar kemiringan tanah agar selalu waspada.
Namun, nahas menimpa warga Karangasem. Pada Minggu (27/1) malam, seluruh korban sedang nonton TV bersama di rumah I Nengah Suarta. Secara tiba-tiba tebing yang berada di belakang rumah I Nyoman Suarta setinggi kurang lebih 6 meter longsor dan langsung menimpa rumah I Nengah Suarta. Akibatnya, seluruh korban terjebak di dalam rumah dan kemudian anak I Nengah Suarta bernama I Komang Andre berhasil keluar dari rumah tersebut dan meminta pertolongan kepada tetangganya.
Korban yang masih hidup langsung dibawa ke rumah saudara dan langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka. (OL-2)
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada hari ketiga, petugas kembali menemukan sembilan body pack yang diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lahan milik Perhutani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved