Minggu 27 Januari 2019, 11:52 WIB

BI Kaltim Sita Uang Palsu Senilai Rp94,1 Juta Sepanjang 2018

Antara | Nusantara
BI Kaltim Sita Uang Palsu Senilai Rp94,1 Juta Sepanjang 2018

Wikipedia

 

BANK Indonesia (BI) Kalimantan Timur menemukan uang palsu sebanyak 1.108 bilyet (lembar) atau senilai Rp94.105.000 sepanjang 2018. Masyarakat pun diminta waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu di tahun ini.

"Jumlah uang palsu yang ditemukan di Kaltim sebanyak 1.108 bilyet pada 2018 itu berasal dari temuan oleh BI Kaltim sebanyak 659 bilyet, kemudian temuan oleh BI Perwakilan Balikpapan sebanyak 436 bilyet," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Muhammad Nur di Samarinda, Minggu (27/1).

Rincian dari 659 bilyet yang ditemukan BI Kaltim itu terdiri dari 436 bilyet dengan nominal Rp100 ribuan atau senilai Rp43,6 juta, kemudian 208 bilyet nominal Rp50 ribuan atau senilai Rp10,4 juta), 11 bilyet Rp20 ribuan atau senilai Rp220 ribu, satu bilyet Rp10 ribuan, dan tiga bilyet Rp5 ribuan sehingga total yang ditemukan BI Kaltim mencapai Rp54.245.000.

Sedangkan untuk BI wilayah kerja kantor perwakilan Balikpapan total yang ditemukan 449 bilyet itu, terdiri dari 350 bilyet Rp100 ribuan atau senilai Rp35 juta, 96 bilyet Rp50 ribuan atau senilai Rp4,8 juta, dan terdapat tiga bilyet Rp20 ribuan atau senilai Rp60 ribu.

Baca juga: Polres Dumai Sita Uang Palsu Senilai Rp500 Juta

Wilayah kerja BI KPw Balikpapan terdiri dari tiga kabupaten/kota, yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser. Sementara wilayah kerja BI KPw Provinsi Kaltim mencakup tujuh kabupaten/kota, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Bontang, Kutai Timur, dan Kabupaten Berau.

Saat melakukan transaksi keuangan, Nur mengingatkan kepada masyarakat selalu hati-hati begitu menerima uang, yakni uang yang dipegang harus dilihat dengan seksama, diraba, dan diterawang agar bisa terhindar dari penerimaan uang palsu.

Jika masyarakat melihat ada orang yang membawa uang palsu, disarankan segera melapor kepada polisi agar cepat ditindak, sehingga pelaku atau pengedar uang palsu dapat diproses secara hukum guna mempertaggungjawabkan perbuatannya.

"BI sudah melakukan kerja sama dengan kepolisian dalam penindakan hal-hal terkait uang palsu, mulai dari pembuatnya hingga pengedarnya, maka masyarakat jangan ragu melapor kepada polisi jika menemukan ada oknum yang mengedarkan uang palsu," kata Nur. (OL-7)  

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Pemkot Kupang Akan Keluarkan Aturan Perayaan Nataru

👤Palce Amalo 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 18:42 WIB
PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengeluarkan edaran yang melarang warganya merayakan natal dan tahun baru (nataru)...
Antara

Polisi Tembak Rekannya di Lombok Timur, Ini Kata Polri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 17:56 WIB
Polri menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian yang memegang senjata dinas, harus melalui tes psikologis dan perilakunya dinilai...
MI/Dwi Apriani

Bupati OKI Target 5.000 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Per Pari

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 17:48 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan terus lakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Bupati OKI menginginkan OKI...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya