Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Kopi hasil petani Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Klaten, memiliki rasa yang berbeda dengan kopi kebanyakan
KABUPATEN Klaten, Jawa Tengah, bertekad menjadikan kopi merapi sebagai produk unggulan daerah. Untuk itu, potensi kopi merapi perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Hal itu dikemukakan Bupati Klaten Sri Mulyani di depan Ketua DPRD, Forkompinda, dan pejabat Pemkab Klaten pada acara Ngopi Merapi Bareng Bupati di Joglo Rumah Dinas Bupati, Jumat (25/1).
"Kami ingin kopi merapi menjadi ikon atau produk unggulan Klaten," ujar Sri Mulyani.
Kawasan lereng Gunung Merapi, seperti di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, memiliki potensi untuk budi daya tanaman kopi. Oleh karena itu, pengembangannya perlu didorong.
Kopi merapi yang disajikan pada acara ngopi bareng bupati tersebut, yaitu kopi Sapu Angin Merapi, merupakan hasil produksi petani Pajegan, sebuah dukuh tertinggi di lereng Gunung Merapi.
Riyan, peracik kopi Sapu Angin Merapi menjelaskan kopi hasil petani Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, memiliki rasa yang berbeda dengan kopi kebanyakan.
"Taste kopi Sapu Angin kayak kacang yang rasanya gurih. Orang Jepang dan Belanda suka kopi merapi ini. Kami belum lama ini kirim ke dua negara itu, masing-masing 15 kilogram," katanya.
Kabupaten Klaten berdasarkan Keputusan Bupati No 050/84 Tahun 2016 telah menetapkan tujuh produk unggulan daerah, yaitu batik, lurik, konveksi, logam, keramik, mebel, serta tembakau asepan dan rajangan. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved