Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya memberantas penyebaran jentik nyamuk aedes aegypti, Pemkot Cimahi bersama Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung menyebarkan 400 ekor ikan cupang kepada masyarakat di RW 05 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Jawa Barat.
Kepala BKIPM Bandung, Dedi Arief Hendriyanto mengatakan, ikan cupang dianggap efektif memberantas jentik nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). "Berdasarkan hasil penelitian, ikan hias cupang dianggap mampu memutus rantai jentik nyamuk DBD," ungkap Dedi, Jumat (25/1).
Dedi mengungkapkan, ikan cupang bisa dilepaskan di tempat-tempat yang terdapat genangan air seperti bak mandi, toren air atau tempat lainnya yang berpotensi sebagai sarang perkembangbiakan jentik nyamuk.
Dia menerangkan, ikan cupang bisa memutus rantai perkembangan jentik nyamuk dalam sekali makan. Bahkan, jenis ikan Crown Tail bisa memakan hingga 80 jentik nyamuk sekali waktu makan.
"Kalau ikan cupang jenis biasa, minimal bisa memakan 10 jentik nyamuk," imbuh Dedi.
Serangan penyakit DBD di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, mulai memakan korban jiwa. Muhammad Riski Aditia, 5, meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.
Balita asal Kampung Cigugur Tengah, RT 04 RW 08, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi ini meninggal dunia pada Kamis (24/1).
Ratna, ibunda Riski menuturkan, gejala awal yang dirasakan anak ketiganya ketika mengalami sakit panas pada Rabu, (16/1). Sehari berikutnya, ia berinisiatif membawa Riski ke puskesmas terdekat untuk berobat.
"Setelah pulang dari puskesmas, saya memberinya obat tapi susah masuk, Riski langsung muntah," kata Ratna, Jumat (25/1).
Karena Riski tidak kunjung sembuh, Ratna lalu membawanya ke RS Avisena. Pihak rumah sakit mendiagnosa korban mengalami sakit radang tenggorokan dan panas.
Setelah mendapat perawatan, kondisi anaknya membaik selama 4 hari. Ratna mengaku, kesehatan putranya kembali memenurun dandari mulutnya keluar darah.
"Kami lalu membawa Riski ke puskesmas, dari puskesmas lalu dirujuk ke RSUD Cibabat, dia langsung ditangani di ruang perawatan intensif. Menurut dokter, trombosit anak saya turun dan virusnya sudah nyebar ke otak, tapi dia masih bisa berkomunikasi," bebernya.
Ujang, 48, ayah korban mengatakan Riski mengeluhkan sakit di bagian punggung dan terdapat bintik-bintik merah di kulitnya. Dia juga mengaku baru kali ini anggota keluarganya terserang DBD.
"Baru sekarang ada yang terserang DBD, sebelumnya kakaknya Riski hanya terkena tifus," tuturnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved