Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ini Langkah JKSN Sumenep Menangkan Jokowi-Amin

Mohammad Ghazi
18/1/2019 18:03
Ini Langkah JKSN Sumenep Menangkan Jokowi-Amin
(MI/Ramdani)

JARINGAN Kiai-Santri Nasional (JKSN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bertekad memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Meski yakin pasangan tersebut akan menang di Sumenep karena didukung mayoritas pengasuh pondok pesantren (ponpes) di wilayah itu, relawan JKSN tetap melakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat.

Selain menyampaikan informasi dukungan para tokoh ponpes, sosialisasi juga digunakan untuk menangkal hoaks yang banyak menyebar melalui jejaring sosial.

"Kami mulai membentuk relawan JKSN sampai ke desa-desa. Walaupun JKSN Sumenep baru terbentuk, tapi dalam waktu dekat kami akan membentuk hingga ke desa-desa," kata Ketua JKSN Sumenep, Masyhuri Drajat, Jumat (19/1).

Di samping itu, JKSN Sumenep juga akan lebih gencar meluruskan isu-isu negatif bahkan cenderung mengarah kepada fitnah, seperti isu kebangkitan PKI jika pasangan nomor 01 menang.

"Pola penyampaiannya nanti bisa dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga atau melalui kelompok-kelompok kecil di masyarakat," ujarnya.

Baca juga: TKN: Jokowi Konkret, Prabowo-Sandi Sibuk Beretorika

Saat ini, lanjut Masyhuri, para relawan sudah masuk ke kegiatan sosial yang ada di masing-masing desa untuk proses sosialisasi. Disamping itu, halaqah-halaqah (semacam simposium) yang melibatkan alumni Ponpes se-Jawa Timur yang ada di Sumenep juga digencarkan.

"Untuk para alumni ponpes yang tinggal di Sumenep serta organisasi kemasyarakatan, kami lakukan sosialisasi melalui halaqah. Di forum halaqah, kami sampaikan informasi secara terbuka dan mereka bisa memberi tanggapan sesuai data dan berita yang mereka miliki untuk kami luruskan," pungkasnya.

JKSN bertekad tidak melawan berita hoaks dengan hoaks, melainkan dengan klarifikasi berbasis data dan rekam jejak.(OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya