Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA daerah yang wilayahnya berpotensi mengalami bencana alam diminta waspada dan siaga. Pemerintahan kabupaten/kota segera mengonsolidasi dan menyiagakan semua unsur di dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Pada periode rawan bencana sekarang ini, efektivitas mitigasi bencana pada tingkat daerah harus segera ditingkatkan untuk meminimalisasi akibat buruk dari gangguan alam. BPBD di semua kabupaten/kota harus mampu menjadi kekuatan terdepan ketika warga butuh bantuan, baik akibat gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun erupsi gunung berapi," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Pernyataan Bambang tersebut menyikapi terjadinya secara beruntun gempa bumi di sejumlah daerah, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT), di Selat Sunda, Kepulauan Banda, dan Bengkulu sejak Kamis (10/1) hingga Sabtu (12/1) malam, serta angin puting beliung di Sukabumi, Bandung, Jawa Barat, dan di Lamongan, Jawa Timur.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan ancaman bencana yang semakin besar menuntut upaya mitigasi dan kesadaran untuk mengurangi risiko dampak bencana. Untuk itu, lanjutnya, hutan pantai dinilainya menjadi salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bahaya tsunami dan gempa di masa depan.
"Hutan pantai sangat bermanfaat bagi masyarakat di sepanjang pantai yang termasuk dalam zona merah bahaya gempa bumi dan tsunami," tambah Doni saat berkunjung di Pantai Binuangeun, Pandeglang, Banten, Sabtu.
Ia meminta pemerintah daerah untuk mulai menanam dan merawat pohon supaya menjadi kukuh dalam 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun yang akan datang bila terjadi lagi peristiwa tsunami sehingga masyarakat dapat terlindungi dan korban seminim mungkin.
"Kita minta bupati menyusun rencana dan mengajukan ke BNPB. Kebutuhan apa yang dapat kita usulkan nanti ke Kementerian Keuangan," imbuhnya.
Puting beliung
Ratusan rumah di 12 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Sukabumi rusak diterjang puting beliung yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Menurut Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, nilai kerugian pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Bencana alam secara sporadis itu juga membuat sejumlah instalasi kabel listrik terputus, termasuk jalan raya terhalang pohon tumbang.
"Hari ini (kemarin) tim URC dan TRC BPBD Kabupaten Sukabumi sudah di lapangan mengevakuasi warga yang terdampak," ujarnya.
Di Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung masih mendata jumlah kerusakan dan nilai kerugian pascabencana puting beliung yang menerjang ratusan rumah di Rancaekek.
Kepala Kedaruratan BPBD Kabupaten Bandung Sudrajat mengatakan jumlah rumah yang terdampak puting beliung mencapai 754 yang tersebar di empat wilayah.
Puting beliung juga menerjang tiga desa di Lamongan Sabtu. Akibatnya, belasan rumah rusak dan sebagian bangunan rumah roboh. Di sisi lain, Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Jawa Tengah, kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng dan DI Yogyakarta yang mencapai empat meter dengan kecepatan angin 25 knot. (Sru/LD/BB/BY/YK/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved