Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Warga Klaten Diminta Siaga Bencana Longsor

Djoko Sardjono
11/1/2019 18:00
Warga Klaten Diminta Siaga Bencana Longsor
Warga mengendarai motor melintasi jalur evakuasi Merapi yang rusak di Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).( ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terancam bencana longsor pada musim hujan ini. Sementara itu, kesiapsiagaan menghadapi ancaman tanah longsor perlu ditingkatkan guna pengurangan risiko bencana.

Klaten berpotensi diterjang bencana tersebut karena pengaruh kondisi geografis, klimatologis, geologis, dan hidrologi. Kepala Pelaksana BPBD Klaten Bambang Giyanto, menyebutkan ada tujuh wilayah kecamatan di Klaten yang rawan bencana tanah longsor.

Tujuh kecamatan rawan bencana tersebut, yaitu Bayat, Cawas, Gantiwarno, Wedi, Kemalang, Manisrenggo, dan Prambanan. “Untuk antisipasi terjadi bencana longsor, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya di BPBD Klaten, Jumat (11/1).

Baca Juga: Klaten Diterjang Angin Kencang

Menurut Bambang, kesiapsiagaan itu penting sebagai upaya mitigasi bencana, terutama penduduk yang tinggal di bawah bukit. Di Klaten, terdapat empat desa yang rawan bencana tanah longsor, yakni Ngandong, Burikan, Sekarbolo, dan Krikilan.

Musim hujan, warga Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Burikan, Kecamatan Cawas, terancam longsor Bukit Seribu. Sedangkan di Desa Sekarbolo dan Desa Krikilan, ancaman datang dari Bukit Jabalkat.

Bencana longsor di empat desa tersebut, kata Bambang, mengancam sekitar 100 kepala keluarga. “Ancaman longsor di Klaten telah disosialisasikan kepada  masyarakat di kawasan rawan bencana tersebut,” ujarnya.

Untuk antisipasi terjadi longsor di musim hujan ini, BPBD Klaten telah meminta warga untuk menggiatkan ronda malam. “Dengan ronda malam, diharapkan warga yang tinggal di bawah bukit dapat segera menyelamatkan diri jika terjadi longsor,” jelasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya