Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terancam bencana longsor pada musim hujan ini. Sementara itu, kesiapsiagaan menghadapi ancaman tanah longsor perlu ditingkatkan guna pengurangan risiko bencana.
Klaten berpotensi diterjang bencana tersebut karena pengaruh kondisi geografis, klimatologis, geologis, dan hidrologi. Kepala Pelaksana BPBD Klaten Bambang Giyanto, menyebutkan ada tujuh wilayah kecamatan di Klaten yang rawan bencana tanah longsor.
Tujuh kecamatan rawan bencana tersebut, yaitu Bayat, Cawas, Gantiwarno, Wedi, Kemalang, Manisrenggo, dan Prambanan. “Untuk antisipasi terjadi bencana longsor, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya di BPBD Klaten, Jumat (11/1).
Baca Juga: Klaten Diterjang Angin Kencang
Menurut Bambang, kesiapsiagaan itu penting sebagai upaya mitigasi bencana, terutama penduduk yang tinggal di bawah bukit. Di Klaten, terdapat empat desa yang rawan bencana tanah longsor, yakni Ngandong, Burikan, Sekarbolo, dan Krikilan.
Musim hujan, warga Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Burikan, Kecamatan Cawas, terancam longsor Bukit Seribu. Sedangkan di Desa Sekarbolo dan Desa Krikilan, ancaman datang dari Bukit Jabalkat.
Bencana longsor di empat desa tersebut, kata Bambang, mengancam sekitar 100 kepala keluarga. “Ancaman longsor di Klaten telah disosialisasikan kepada masyarakat di kawasan rawan bencana tersebut,” ujarnya.
Untuk antisipasi terjadi longsor di musim hujan ini, BPBD Klaten telah meminta warga untuk menggiatkan ronda malam. “Dengan ronda malam, diharapkan warga yang tinggal di bawah bukit dapat segera menyelamatkan diri jika terjadi longsor,” jelasnya. (OL-7)
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada hari ketiga, petugas kembali menemukan sembilan body pack yang diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lahan milik Perhutani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved