Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi dengan magnitudo 5,2 SR (setelah pemutakhiran menjadi 5,0 SR) mengguncang Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/1) dini hari.
Gempa bumi yang berpusat di wilayah pulau sumba itu juga di rasakan hingga ke wilayah pulau flores bagian barat. Sejumlah warga mengaku panik saat gempa terjadi pada pukul 1.00 Wita dini hari tadi.
Menurut Kepala BMKG Labuan Bajo Sti Nenotek, dari hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,63 LS dan 119,91 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah timur Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, pada kedalaman 79 km.
Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Waingapu, Bima dan Labuan Bajo dalam skala intensitas III MMI, di Manggarai Barat dengan intensitas II-III MMI.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Nenotek.
Baca juga: Mitigasi Gempa Mesti Jadi Acuan Bangun Infrastruktur
Sementara itu, gempa yang dirasakan cukup keras di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT ini membuat panik para calon penumpang yang sedang menunggu KM Binayia, di Terminal Penumpang Pelabuhan Laut Labuan Bajo.
Menurut wakil kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo, Paskalis Djuma, Kamis (10/1), para penumpang yang panik berhamburan ke luar terminal. Karena keluar berdesak-desakan, tiga pintu kaca di terminal pecah dan empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.
"Iya benar. Tiga pintu kaca di terminal pelabuhan pecah. Penumpang kapal yang sedang menunggu KM Binaiya tujuan Makassar panik dan berebutan ke luar ruangan, sehingga mengakibatkan tiga pintu kaca pecah," jelas Paskalis.
"Tidak ada korban jiwa. Tetapi empat orang luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan. Sementara kaca - kaca yang pecah juga sudah dibersihkan," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved