Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

PVMBG Himbau Masyarakat Waspadai Gempa Susulan di Perairan Selatan Jabar

Micom
08/1/2019 21:44
PVMBG Himbau Masyarakat Waspadai Gempa Susulan di Perairan Selatan Jabar
(Thinkstock)

PUSAT Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghimbau masyaarat yang terdampak gempa bumi di perairan selatan Jawa Barat untuk mewaspadai adanya gempa susulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,4 yang terjadi pukul 16.54 WIB.

"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil," tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.

PVMBG juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. "Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat  7,85°LS dan 106,48°BT (113 km sebelah Barat Daya Sukabumi, Jawa Barat), dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 km.

Baca juga : Warga Dekat Gunung Tangkuban Parahu Rasakan Getaran Hebat Gempa Sukabumi

Berdasarkan informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat  7,750°LS dan 106,525°BT dengan kekuatan M 4,2 pada kedalaman 65,7 km.

Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah selatan Pulau Jawa bagian barat. Berdasarkan tatanan tektonik perairan selatan Jawa dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Jawa.

Wilayah di sekitar pusat gempa bumi disusun oleh batuan sedimen berumur Tersier dan batuan gunungapi berumur Terasier hingga Kuarter. Batuan Tersier yang terlapukan serta batuan berumur muda pada umumnya bersifat urai dan dapat mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

"Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya (65,7 km; USGS) yang berada pada jalur kegempaan (Zona Benioff), gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia," tulis PVMBG.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Salak, Sukabumi; Gunung Gede, Cianjur; Gunung Tangkuban Parahu, Subang; dan Gunung Guntur, Garut dengan intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity).

Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Sukabumi dan Pelabuhan Ratu dengan intensitas III MMI, di Bandung sebesar II-III MMI, di Pangandaran, Lembang, Cibareno dan Lebak dengan intensitas II MM

"empa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini," tandas PVMBG. (RO/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya