Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kejadian tanah longsor terjadi di wilayah Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (8/1). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampaknya, akses penghubung antar desa terputus serta dua ruang kelas SMA terancam roboh.
Di Kampung Cicariu Rt 02/14 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, akses jalan penghubung dua desa tertutup material longsor yang berasal dari perkebunan warga. Peristiwa ini terjadi pada Senin (7/1) sekitar jam 21.00 WIB.
Belum diperoleh keterangan lebih lanjut karena tim BPBD masih melakukan penanganan (assesment) di lapangan. Longsor diakibatkan hujan deras yang turun di wilayah Gununghalu. Hingga Selasa siang, warga masih bergotong royong menyisihkan material tanah.
Di tempat berbeda, longsor juga menimpa SMAN 1 Gununghalu di Desa Sirnajaya pada Selasa (8/1) dini hari. Dilaporkan dua unit ruang kelas mengalami rusak pada bagian tiang pengangga karena tertimpa kirmir sehingga cukup rawan digunakan proses belajar mengajar siswa.
Berdasarkan keterangan saksi yang disampaikan Kapolsek Gununghalu, AKP Ikhwan Heryanto, bencana di SMAN 1 Gununghalu tersebut diakibatkan hujan deras ditambah efek dari gempa yang terjadi di Tasikmalaya. Dia menyatakan, longsor tidak sampai menimbulkan korban, tapi mengakibatkan kerugian materi sekitar Rp70 juta.
"Saksi menerangkan longsor di SMAN 1 Gununghalu akibat hujan yang turun sejak pukul 19.00 WIB. Dia juga menyebutkan kejadian itu dipicu oleh getaran gempa di Tasikmalaya," bebernya.
Baca juga: BMKG Medan Minta Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan
Sementara, Plt Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Gununghalu, Jajat Sudrajat menerangkan, aparat pemerintahan setempat telah menurunkan alat berat untuk mengeruk material longsoran di Kampung Cicariu. Karena kondisi cuaca kurang mendukung, pengerukan tanah akan memakan waktu hingga dua hari.
"Diperkirakan, pengerukan tidak akan langsung beres hari ini karena material tanahnya cukup banyak," ungkapnya.
Dia mengaku, selain menutup akses warga, timbunan material longsor juga jatuh ke lahan pesawahan warga yang belum sempat ditanami.
"Jalan yang terkena longsor itu merupakan akses utama warga, untuk sementara ini tidak bisa dilewati kendaraan," jelasnya.
Mengenai longsor di SMAN 1 Gununghalu, dia menambahkan, meski tidak menyebabkan kerusakan parah, pihak sekolah telah melakukan antisipasi dengan mengosongkan empat ruang kelas.
"Yang rusak hanya tiang penyangga, tidak ada bangunan yang roboh. Aktivitas belajar pun masih berjalan seperti biasa," tambahnya. (OL-3)
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada hari ketiga, petugas kembali menemukan sembilan body pack yang diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lahan milik Perhutani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved