Bali Jadi Pusat Percontohan Penggunaan Energi Bersih Dunia
Arnoldus Dhae
13/12/2015 00:00
((MI/Galih Pradipta))
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja mengatakan, jika Bali akan menjadi pusat percontohan penggunaan energi bersih dunia.
"Bali akan menjadi pusat percontohan energi bersih dunia. Hal ini sudah didukung oleh Amerika, Eropa dan beberapa negara lainnya di dunia," ujarnya di Denpasar, Minggu (13/12).
Hal sudah sejalan dengan gerakan energi terbarukan yang diupayakan pemerintah pusat bahwa masa depan energi Indonesia adalah energi terbarukan. Di mana penggunaan energi yang bersumberkan dari fosil seperti minyak bumi dan batubara akan secara perlahan diminimalisir dan diganti dengan energi terbarukan terutama gas.
Menurut Wiratmaja, pemerintah sudah memulai langkah awal untuk menjadikan Bali sebagai pusat percontohan energi bersih. Salah satunya adalah penggunaan gas untuk pembangkit yang ada di Pesanggrahan yang menyumbang 200 MW untuk pasokan listrik di Bali.
Gas tersebut akan diangkut dengan menggunakan kapal untuk gas cair dan dilakukan regasifikasi di Pelabuhan Benoa Bali. Dari kapal yang berlabuh di tengah laut tersebut, gas cair yang sudah regasifikasi akan dialirkan langsung ke pembangkit yang ada di Pesangrahan Denpasar Selatan sehingga total seluruh pembangkit yang ada di Pesanggrahan akan menggunakan gas, bukan lagi digunakan diesel melainkan gas. Tahap kedua akan dialirkan ke sejumlah kawasan wisata Bali, seperti Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran, Nusa Dua dan Sanur Bali. Artinya, seluruh hotel, restoran dan kawasan wisata tersebut akan menggunakan gas. Biayanya lebih murah.
Menurut Wiratmaja, selain pembangunan gas untuk pembangkit listerik, pemerintah akan menyiapkan infrastruktur gas untuk kendaraan bermotor. Untuk di Bali, saat ini sedang dilakukan kajian.
"Persoalan yang di Bali adalah lahan. Lahan di Bali sangat mahal sehingga investasinya harus besar, mencapai Rp30 miliar sampai Rp40 miliar," ujarnya.
Bila kendaraan sudah menggunaka gas maka Bali akan terwujud energi bersih. Dari sisi biaya juga lebih murah. Harganya hanya sekitar Rp3 ribu sampai Rp 4 ribu per liter. (Q-1)