Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Polisi Ringkus Pembobol 18 Lokasi ATM di Bali

Arnoldus Dhae
13/12/2015 00:00
Polisi Ringkus Pembobol 18 Lokasi ATM di Bali
((ANTARA/Puspa Perwitasari))
Sat Reskrim Polresta Denpasar, Kamis (10/12) sekitar pukul 21.00 Wita berhasil meringkus dua pelaku spesialis bobol mesin ATM di 17 tempat yang berbeda di Kota Denpasar dan sekitar. 

Pelaku MH,32, diringkus di tempat tinggal di Jalan Pulau Roti, Denpasar Selatan. Sementara  H,37, diringkus di kos-kosannya di Jalan Pulau Singkep, Denpasar. Selatan. Saat dilakukan penangkapan pelaku MH yang diduga sebagai otak pembobolan mencoba melawan petugas. Alhasil, ia langsung dihadia tima panas di kaki kirinya oleh petugas. Sementara, pelaku H langsung menyerahkan diri sehingga langsung dikeler ke Mapolresta. 

Dari pemeriksaan awal, kedua pelaku yang berprofesi sebagai sopir taksi ini mengaku sudah beraksi di 18 mesin ATM BRI di Denpasar dan sekitarnya.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Nainggolan menuturkan, penangkapan kedua pelaku itu berdasarkan laporan pihak BRI yang merasa dirugikan dari aksi pencongkelan dan pencurian uang di sejumlah mesin ATM di Denpasar. Sehingga, tim Sat-Reskrim Polresta langsung menindaklanjutinya. Dari hasil penyelidikan, pelaku spesialis bobol mesin tersebut mengarah kedua tersangka yang sudah diamankan itu. 

Dijelaskan, kronologis penangkapan spesialis bobol ATM ini bermula ketika petugas menangkap tersangka H di Jalan Pedungan Denpasar Selatan pada Kamis (10/12) sekitar pukul 16.30 Wita. 

"Kita sudah buntuti H ini dari beberapa hari. Sehingga, kita sudah cukup bukti, kami langsung melakukan pengrebekan," terangnya di Denpasar, Minggu (13/12).

Lanjut dia, dari hasil introgasi itu, H mengakui telah melakukan pembobolan ATM. Tapi, ia hanya sebatas penyedia kartu sebagai sarana untuk mencuri uang di mesin ATM. Tidak hanya itu, tersangka asal Banyuwangi ini mengaku pula jika pada Bulan September lalu bertemu dengan tersangka  MH di Denpasar. Pertemuan itulah yang membuat keduanya bersekongkol membobol ATM. 

"MH meminta H ini untuk membuka beberapa nomor rekening Bank untuk dijual dan dijanjikan akan memberikan upah sebesar Rp500.000 per nomor rekening. Dengan syarat kartu ATM dengan nomor PIN beserta buku tabungan diambil oleh MH," jelasnya.

Setelah berhasil mengorek keterangan tersangka H, jajaran Buser kemudian bergerak menuju rumah kos tersangka MH di Jalan Pulau Roti, Denpasar Selatan sekitar pukul 21.00 Wita. Namun, begitu melihat petugas kepolisian berpakaian preman datang, tersangka asal
Banyuwangi ini mencoba melawan dan kabur. Alhasil, petugas yang tidak mau kehilangan buruannya langsung melepaskan timah panas di kakinya dan kemudian dikeler ke Mapolresta Denpasar. 

“Otak pelaku, MH terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan dan kabur saat ditangkap petugas,” terang mantan Kapolsek Kuta Utara ini.

Dalam kasus pembobolan mesin ATM di wilayah Denpasar ini, Kata Kompol Reinhard, jika tersangka MH bertindak sebagai eksekutor. Bahkan setelah diperiksa, tersangka MH yang bekerja sebagai sopir taksi ini mengaku telah beraksi di mesin ATM sebanyak 18 TKP di Denpasar dan sekitarnya. 

Modus operandi dua tersangka yakni mendatangi mesin ATM BRI khusus bermerek Hyosung dan kemudian bertransaksi biasa. Namun saat transaksi hampir selesai atau uang akan keluar, tersangka H mengganjal mulut ATM dengan obeng yang sudah dipersiapkan. 

"Sehingga begitu uang keluar, saldo rekening masih utuh. Akibatnya mulut ATM rusak karena diganjal pakai obeng," ucapnya. 

Ia mengatakan jika barang bukti yang diamankan dari tersangka H berupa 3 buah kartu ATM yakni BNI Syariah, Bank Danamon dan CIMB Niaga. Sedangkan dari tersangka MH yakni 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter King warna hitam 1 buah helm, 1 buah obeng kecil, 2 buah baju kotak-kotak dan biru, 1 buku rekening tabungan Bank Mandiri beserta kartu ATM dan 1 buah HP merk Samsung. 

Saat ini pihak Sat-Reskrim Polresta masih terus mendalami kasus pembobolan mesin ATM. Meski dari pengakuan keduanya yang sudah  18 mesin ATM BRI di Denpasar dan sekitarnya, pihaknya masih berupa mengorek kasus-kasus lainnya yang dilakukan pelaku serta TKP lainnya. "Ya, inikan pengakuan mereka. Tapi, kita masih terus dalami TKP lainnya juga," tutup perwira asal Sumatra Utara ini. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya