Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS masyarakat Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara masih normal pascagempa yang terjadi di Tenggara Filipina.
"Masyarakat beraktivitas seperti biasa," kata Staf Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud yang bertugas di Pulau Miangas, Sepno Lantaa, Sabtu (29/12).
Dia mengatakan, Pascagempa, lanjut dia, kondisi laut masih seperti biasa, tidak terjadi surut air laut ataupun gelombang pasang. Nelayan juga masih beraktivitas seperti biasa.
Sepno juga menambahkan, tidak ada rumah warga yang rusak, walau guncangannya terasa kuat dalam beberapa saat.
"Masih normal-normal saja, tidak terpengaruh, kondisi laut masih seperti biasa," ujarnya.
Baca juga: Kepulauan Talaud Diguncang Gempa 7,1 Magnitude
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara terus memantau dan mendata dampak yang ditimbulkan pascagempa bermagnitudo 7,1 Skala Richter yang mengguncang wilayah Kabupaten Talaud.
Kepala BPBD Sulawesi Utara Joi Oroh mengatakan pihaknya sedang mendata dampak yang ditimbulkan pascagempa. Namun, ujar dia, sampai saat ini belum ada laporan korban maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
"Sesuai dengan koordinasi yang dilakukan dengan BPBD setempat, saat ini belum ada laporan terkait kerusakan atau pun korban akibat gempa tersebut," kata Joi, di Manado, Sabtu (29/12) sore.
Dia menjelaskan, memang sempat terjadi kepanikan warga, di mana warga langsung berhamburan saat terjadinya gempa. Namun, aparat pemerintah dibantu TNI/Polri langsung menenangkan warga.
Dia pun mengimbau agar warga tak mudah termakan dengan informasi dari sumber-sumber tak jelas yang kerap beredar pascaterjadinya peristiwa atau bencana.
"Jangan sampai sama seperti kemarin di mana peringatan dini soal gelombang tinggi malah ditanggapi sebagai peringatan ancaman tsunami. Sehingga terjadi kepanikan yang tak seharusnya. Namun, harus tetap waspada," ujarnya
Gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter terjadi pukul 10.39.12 WIB berada pada koordinat 5,85 LU dan 126,81 BT tepatnya di laut pada jarak 201 kilometer arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara dengan kedalaman 69 kilometer.
Kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab, karena gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia. (Medcom/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved