Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Jogja Menari Pecahkan Rekor Muri

Ardi Teristi Hardi
23/12/2018 14:55
Jogja Menari Pecahkan Rekor Muri
(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

RIBUAN orang dengan busana tradisional Jawa menari di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta. Mereka berkumpul dalam acara Jogja Menari dengan menarikan tari kreasi diiringi lagu daerah Jaranan.

Winda, Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) menyampaikan Jogja  Menari dengan Tari Jaranan masuk dalam Pagelaran Tari Jaranan terbanyak. Total ada 4.279 penari yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Secara resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia dengan nomor 8.799. Rekor nasional, tetapi juga rekor dunia," kata Winda, Minggu (23/12) pagi.

Acara bertajuk Jogja Menari tersebut digelar Keluarga Alumni Teladan  Yogyakarta (KATY) angkatan 1993. Kegiatan Jogja menari sebagai wujud  kepedulian keluarga alumni SMAN 1 Teladan Yogyakarta pada seni tradisional.

Tari kreasi baru Jaranan ini diciptakan oleh Kinanti Sekar Rahina dengan inspirasi Tari Angguk yang mudah diikuti semua orang. Selain Jogja Menari, acara tersebut juga dimeriahkan dengan Jogja Colour Walk yang diikuti sekitar 12 ribu peserta.

Presiden Joko Widodo melalui rekaman video menyapa peserta dan masyarakat yang hadir sebelum menari bersama dengan lagu Jaranan. Presiden mengungkapkan, keragaman budaya dan keanekeragaman suku bangsa adalah kekuatan bangsa membangun Indonesia.

"Saya mengapresiasi acara Jogja Colour Walk dan Jogja Menari. Jaga terus persaudaraan sesama anak bangsa dan pelihara NKRI karena itulah kekuatan kita," kata Presiden Joko Widodo.

Ketua Reuni Keluarga Alumni SMAN 1 Teladan Yogyakarta (KATY) angkatan 1993, Romahurmuziy,menjelaskan kegiatan yang dibalut dalam unsur budaya tersebut menggabungkan tiga konsep, yaitu keragaman, keolahragaan, dan kegembiraan.

Menurut Romi, sapaan akrabnya, tahun-tahun politik seperti tahun ini telah membuat hubungan antarsesama di masyarakat renggang. "Harapan kita kegiatan ini bisa menyatukan keragaman yang ada di bangsa ini dalam wujud budaya dan menyampaikannya kepada dunia," kata dia.

Walau yang ditampilkan seni kreasi, seni tradisi masih sangat melekat di dalamnya. Hal tersebut sesuai dengan sifat Yogyakarta yang  menjunjung tinggi nilai tradisi. Rencananya, acara seperti ini bisa rutin diadakan dengan jumlah penari yang lebih banyak.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengucapkan selamat bereuni kepada Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) angkatan 1993. Para peserta reuni dapat menikmati kekayaan budaya dan keberagaman Yogyakarta. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya